Jangan meremehkan nyeri dada

2020-10-26

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kehadiran nyeri dada pada tubuh manusia tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi merupakan gejala serangan jantung.

Nyeri dada mengacu pada situasi ketika dada tertusuk, tertusuk atau ditekan ke dada kanan, dada kiri atau dada tengah. Nyeri dada tidak boleh diabaikan, karena ini mungkin gejala serangan jantung. Tergantung penyebabnya, nyeri dada dapat berlangsung dalam waktu singkat atau berlangsung beberapa hari. Segera cari pertolongan medis untuk penanganan yang tepat, terutama bila nyeri menyebar ke lengan, leher, rahang, dan punggung, disertai sesak napas dan keringat dingin.

Saya menemukan ini selama diskusi kesehatan selama webinar. Sebuah acara kesehatan yang diselenggarakan oleh RS Siloam Dhirga Surya Medan, Sabtu (19/9/2020), hadir ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk dokter spesialis dari Siloam Jambi dan RS Siloam Hos Pitals Palembang. Mengunjungi warga dengan penyakit jantung, 13 ODHA yang berlokasi di 2 desa yang langsung ditutup di 2 desa di Ponorogo – Pakar medis RS Siloam Dr. Dhirga Surya Medan, ujar Tri Adi Mylano, Sp.JP (K ), FIHA. Penyebab nyeri dada sangat bervariasi. Namun jika penyakit tersebut disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, dianggap berbahaya.

“Karena berbagai faktor di dalam tubuh (seperti obstruksi), nyeri dada seseorang merupakan tanda serangan jantung. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA dari Dhirga Surya Medan, Rumah Sakit Siloam. : “Memburuknya sirkulasi darah dan pembuluh darah akan melemahkan kerja jantung dan peradangan.” Selain penyakit jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, termasuk penyakit paru-paru, seperti obstruksi pembuluh darah paru (pulmonary embolism), radang selaput paru-paru (pleuritis) ), hipertensi vaskuler paru (pulmonary hypertension), abses paru dan atelektasis atau kolaps paru-paru (kolaps) -Tri Adi Mylano juga menyampaikan bahwa hal ini juga terjadi pada pasien jantung yang awalnya mengalami gejala nyeri dada. Bahkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan korbannya diketahui oleh pasien muda.

Leave A Comment