Vaksinasi anak masih mungkin dilakukan selama pandemi, Achmad Yurianto menjelaskan mekanismenya

2020-10-26

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Meski telah mewabah COVID-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bagian dari program vaksinasi tetap berjalan. Menteri Kesehatan P2P Achmad Yurianto mengatakan dalam dialog terbuka yang diadakan di Graha: “Prinsip ini harus kita hormati. Siswa SD tidak mau bilang harus sekolah, tapi kita sudah lihat usia mereka yang benar.” BNPB, Senin (31 Agustus 2020).

Meski sekolah belum dibuka, Yuri mengatakan vaksinasi tetap dilakukan untuk anak sekolah di tempat lain di luar sekolah.

Baca: Kementerian Kesehatan Minta Masyarakat Jangan Anggap Vaksin Covid-19 sebagai Rencana Vaksinasi

Baca: Saat Pandemi, Risiko Imunisasi Wajib Anak Saat Wabah IDAI Jika Tidak Dilakukan- — “Di beberapa daerah di mana operasi sekolah dapat dilakukan, tolong, tetapi jika tidak, saya sangat yakin bahwa permintaannya tinggi.” – Kata Yuri, ini berarti vaksinasi dapat dilakukan dengan cara lain, terutama dengan janji temu Atau di tempat pribadi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya yakin orang tua kita banyak diminati karena percaya bahwa masa depan anaknya adalah harapan mereka. Katanya.

Dulu, Dr. Ahmad Suryawan SpA (K), pakar tumbuh kembang anak, mengatakan hal itu di Covid Pada awal pandemi ke-19, sebagian masyarakat menghimbau agar vaksinasi dihentikan untuk mengantisipasi Covid-19.

Namun demikian, dokter anak sangat menganjurkan vaksinasi saat ini karena dapat menghindarkan anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi atau Hepatitis dan vaksin lainnya. Dokter berkata: “Jika vaksinasi tidak dilakukan, penyakit lain akan meningkat. Oleh karena itu vaksinasi dasar harus diselesaikan dan tidak ditunda. “Ahmed.

Leave A Comment