Memahami Sleep Beauty Syndrome, dari penyebab hingga pengobatannya

2020-10-27

TRIBUNNEWS.COM-Sleeping Beauty Syndrome disebut juga dengan Kleine-Levin Syndrome (KLS) dalam dunia kedokteran.

Penyakit ini merupakan penyakit saraf langka yang dapat menyebabkan pasien tertidur dalam waktu yang lama. — Gejala Princess Sleep Syndrome biasanya berhubungan dengan pola tidur pasien, yaitu pasien bisa tidur lama (kurang tidur).

Selama tidur, pasien bisa tidur lebih dari 20 jam sehari.

Gejala tidur terlalu lama bisa berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Namun, setelah lama tidur berakhir, penderita sindrom “Sleeping Beauty” dapat melanjutkan aktivitas normal seperti orang normal, hingga tidur panjang tersebut kambuh. Atau Sleeping Beauty biasanya menyerang remaja, dan sekitar 70% pasiennya adalah pria.

Meski begitu, penyakit ini bisa menyerang orang dari segala usia. Penderita penyakit ini dapat menunjukkan gejala dan tanda seperti disorientasi, kebingungan, halusinasi, mudah tersinggung, kantuk berlebihan, dan lesu saat bangun tiba-tiba. Mereka biasanya merasa sulit untuk mengurus diri sendiri, bersekolah, kuliah atau bekerja.

Saat ini, penyebab Princess Sleep Syndrome tidak jelas.

Namun, kelainan yang disebabkan oleh kondisi ini menunjukkan bahwa hipotalamus dan talamus otak mungkin rusak.

Membaca: Insomnia

Membaca: Hipotalamus

Membaca: Thalamus

Halaman selanjutnya

->

Leave A Comment