Seringkali lupa bahwa itu tidak normal, kenali gejalanya dan cara mengobatinya

2020-10-27

Laporan reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Meski penyakit Alzheimer banyak dialami oleh para lansia, namun kondisi tersebut tidak normal.

Penyakit Alzheimer adalah sindrom fungsi otak yang berubah, yang memengaruhi fungsi kognitif dan emosional. Seperti halnya perilaku aktivitas sehari-hari.

Orang-orang di cloud sering menyebut penyakit Alzheimer sebagai penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab utama kecacatan dan ketergantungan lansia pada orang lain. , Tidak hanya berdampak sosial dan ekonomi pada pasien tetapi juga pada keluarga dan lingkungan.

Baca: Jakarta mencatat 1.076 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam, total 56.175 kasus

Saat ini lebih dari 50 juta orang menderita demensia dan demensia penyakit Alzheimer Jenis demensia yang paling umum terjadi sekitar 60% hingga 70%. Saya bisa merasakannya di usia yang sangat muda. (Demensia Dini) “, disampaikan Ketua Panitia Pimpinan Pusat (PP) PERDOSSI, DR. Dr. Dodik Tasworo P, SpS (K) pada konferensi pers online, Senin (14/9/2020).

Pada Pada konferensi pers ini juga diumumkan kampanye edukasi #ObatiPikun, dan metode deteksi dini penyakit Alzheimer diperkenalkan dalam rangkaian bulanan kesadaran penyakit Alzheimer yang diadakan oleh Eisai dan PERDOSSI di Indonesia melalui EMS (Electronic Memory Screening) telah melakukan penelitian tentang demensia.

Bacaan: Negara harus berpartisipasi dalam pengobatan demensia Alzheimer

Membaca: Konsumsi teratur Katanya, deteksi dini makanan dan minuman untuk mencegah Penuaan di usia muda — Dia mengatakan bahwa deteksi dini membantu orang dan keluarganya lebih baik dalam mengatasi efek penurunan kognitif dan dampak sosial-psikologis dari penyakit tersebut. Penanganan penyakit Alzheimer dapat mengurangi percepatan penuaan Itu juga sangat penting.

Leave A Comment