Sekolah menengah atas di sawah besar itu lahir sebagai monster yang membunuh seorang anak yang kehilangan citra ayahnya

2020-07-08

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim-Ketua Komisi Perlindungan Anak Nasional Jakarta Arist Merdeka Sirait Jakarta-TRIBUNNEWS.COM mengatakan bahwa siswa sekolah menengah pertama menggunakan huruf awal NF untuk salah satu insentif untuk pembunuhan yang kejam (15) untuk anak-anak muda APA (5) yang terpengaruh oleh keluarga Faktor memiliki dampak yang lebih besar.

Dia mengatakan bahwa latar belakang orang tua yang bercerai NF memperburuk situasi para pelaku kekerasan mental.

Oleh karena itu, tidak ada pengawasan terhadap model induk.

“” Karena kita juga melihat pengaruh satu sama lain adalah faktor yang membesarkan hati, karena keluarga itu “tidak normal”. Dapat dilihat dengan jelas di foto-foto bahwa ayah saya mengatakan bahwa mereka kurang perhatian, yang berarti bahwa keluarga telah kehilangan keinginan mereka, “kata Arist kepada Kepolisian Kota Jakarta, Kamis (2020/3/2020). -Dia mengatakan itu kecuali untuk keluarga Selain faktor-faktor tersebut, memang ada faktor lain yang juga terpengaruh, misalnya menonton film di lingkungan sekolah atau di jejaring sosial, film-film ini bisa dilatih untuk menjadi sadis.Ia juga bisa, jika dia tidak sadis, dia akan bunuh diri dan berusaha melukai Karena itu, dia tidak sendiri, tetapi melakukan tindakan sadis, tetapi memiliki kontribusi, “katanya.

Baca: Dua orang muda berhasil membuat aplikasi untuk apartemen tempat tinggal, yang merupakan kompleksitas fungsional – Atas dasar ini, ia menegaskan bahwa ia akan berada di polisi RS Kramat Teck hari ini (3 Desember 2020) Biro bertemu dengan NF, dan kemudian, Komnas PA akan menyediakan tim medis dengan investigasi dan penilaian hukum.

Baca: Kedutaan Besar Indonesia di Singapura: Lima warga positif yang terinfeksi virus Corona

“Saya pikir anak perlu menerima perawatan klinis seperti ini. Dia berkata, kami akan mengundangnya untuk menemui penulis laporan penilaian, Sehingga kita dapat berkontribusi kepada polisi.

Baca: Virus Corona menyebabkan kekayaan banyak miliarder Indonesia segera jatuh, tidak seperti yang disebutkan sebelumnya, NF (15) adalah seorang siswa sekolah menengah, yang diduga sadis Anak APA (5) terbunuh dengan cara tertentu, ia mengatakan kepada polisi bahwa ia tidak dapat lagi menghentikan keinginan untuk membunuh.

Leave A Comment