Sebelum menemukan obatnya, presiden IDI tersebut mengatakan gejala dan pengobatan dinamika Covid-19

2020-10-27

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Virus Corona (Covid-19) masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Jumlah kasus terus meningkat.

Daeng M Faqih, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa Covid-19 merupakan virus baru, sehingga para ahli dan ahli masih mempelajari detail virusnya, virus tersebut pertama kali muncul Di penghujung tahun 2019, Wuhan, China. — Daeng menunjukkan bahwa karena penggunaan Covid-19 baru, metode pengobatan dapat berubah dan mungkin ada penemuan baru dalam penyebaran virus. Memang sudah berubah, tapi karena proyek baru masih sedikit diketahui maka akan ada pengembangan, “kata Daeng di webinar Betadine, Senin (1 Juni 2001).

Baca: 1 Juni 2020 di Indonesia Update Corona: 10 provinsi tinggi dan rendah Covid -19 kasus-Daeng mencontohkan penularannya.Di awal perkembangan Covid-19, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penularan hanya melalui droplet atau Tangan-air mani yang terkontaminasi Namun menurut penelitian terbaru, virus ini juga dapat ditularkan melalui aerosol dan juga dapat bertahan hidup di udara. Daeng.-Dalam hal pengobatan, tentunya Dr. Daeng akan Berubah, karena sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk Covid-19.

“Dulu, obat antivirusnya adalah Avegan, dan muncul Avegan. Dilaporkan bahwa negara kita telah membeli remdesivir. Lalu chloroquine diminta, yang sekarang sudah ditarik, “kata Daeng.

Leave A Comment