Alat bantu pernapasan yang disediakan oleh juru bicara AUI untuk tim medis Covid-19 lulus tes BPFK dari Kementerian Kesehatan

2020-07-09

Laporan oleh Choirul Arifin, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Khusus untuk staf medis garis depan dalam epidemi COVID-19 di Indonesia, implementasi alat pelindung diri (PPE) sekarang sangat penting. Powered air respirator purifier (PAPR) adalah salah satu jenis PPE yang paling penting, saat ini pada ODP dan PDP, banyak tim medis yang saat ini merawat pasien Covid-19 perlu menggunakannya.

LCC-Respira V.01 adalah alat bantu pernapasan portabel yang dilengkapi dengan filter udara (filter HEPA dan filter kapas elektrostatik) untuk menyaring partikel, termasuk virus yang dapat diganti sesuai kebutuhan.

Ide asli pembuatan LCC-Respira V.01 adalah bahwa alat pelindung diri (APD) yang disediakan oleh tenaga medis untuk melindungi pasien Covid-19 terbatas. Selain itu, APD cukup mahal dan sekali pakai atau sekali pakai.

Pembuatan LCC-Respira V.01 bertujuan untuk menjadi salah satu APD untuk tenaga medis, APD semacam ini relatif murah dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.

Alat respirator populer yang murah dan nyaman (LCC -Respira V.01) berhasil memperoleh Pusat Keselamatan Fasilitas Pengujian Kesehatan Indonesia (BPFK) oleh tim profesor di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Al Azhar (UAI) di Indonesia Sertifikat Kesuksesan Kementerian Kesehatan pada 11 Mei 2020.

Baca: Ford mengirimkan respirator pertama untuk pasien Covid-19 di Amerika Serikat

Baca: Dihadapkan dengan virus Corona, UI sedang mengembangkan Respirator pemurni udara APD disediakan untuk tenaga medis – sertifikat telah diuji dan diberikan oleh Dr. Prastowo Nugroho, kepala BPFK Jakarta, kepada Ahmad Juang Pratama, seorang profesor di Universitas Industri Al Azhar di Indonesia (UAI), inovator — – Sponsor adalah Dr. Dewi Elfidasar, saya adalah kepala LPPM UAI, Ir Hidayat Yorianta Sasaerila adalah dekan FST. UAI akan diadakan di kantor BPFK di Jakarta pada 12 Mei 2020-Meby dan ST Ahmad Abdillah keduanya berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai Ka. Laboratorium lembaga. Sebagai tim uji PIC LCC-Respira V.01, kalibrasikan alat ukur standar dan kalibrator Alkes.

Leave A Comment