Komitmen Sido tampak menjaga ketahanan masyarakat melalui produk jamu

2020-10-28

TRIBUNNEWS.COM-Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan nasehat bermanfaat tentang jamu dan jamu di Indonesia, serta pencegahan virus Covid-19 dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Pandemi Covid-19 sudah di penghujung tahun 2019, dan pertunjukan dimulai di Indonesia pada awal Maret 2020. Akibat penyebaran yang cepat tersebut, masyarakat internasional khawatir. Sejauh ini belum ditemukan obat dan vaksin Covid-19.

Namun, Irwan menulis dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Senin (6/7/2020) bahwa dirinya sangat khawatir saat terjadi pandemi, “ujarnya,” jamu yang bisa mencegah atau menyembuhkan Covid-19. Berita virus.

“Banyak produk yang diproduksi oleh pabrik jamu bahkan masyarakat yang belum pernah menggunakan jamu tiba-tiba saja Irwan aja. Nampaknya produk seperti minuman jahe, Empo Empon, daun kelor sedang diproduksi untuk mencegah Covid-19, bahkan konon katanya Minyak kayu putih juga dapat mencegah penyebaran Covid-19. Industri farmasi juga memproduksi produk yang sama dengan susu jahe, antara lain daun ciplukan, melinjo, petai dan tanaman obat lain yang dikatakan dapat mencegah Covid-19 .

Bagaimana pendapat Irwan Baginya, ini sepertinya sebuah kemunduran. Ide lain yang seharusnya membantu banyak orang.

“Industri farmasi yang terbaik adalah fokus pada farmasi. Dengan dukungan finansial yang kuat, farmakolog, dokter, dokter, dan peneliti dari perguruan tinggi Indonesia dan pemerintah dapat mengembangkan obat. “Obat-obatan masa depan, seperti biomedis, sel punca, obat kanker, vaksin, obat jantung, dll. Atau bisa juga memproduksi bahan baku obat, sehingga kita tidak terlalu tergantung pada negara lain, bahkan ekspor ke negara lain,” kata Erwan.

Selain itu, Irwan mengatakan jika masalahnya Indonesia tidak memiliki industri kimia murni untuk industri bahan baku farmasi, itu masalah sederhana. Indonesia bisa membeli dari negara lain, Yang penting Irwan percaya, Pertama-tama, kita harus membangun pasar. “Di sisi lain, dengan lebih dari 1.300 karyawan, pengalaman puluhan tahun, pengetahuan profesional, sumber daya manusia yang andal, dan” Dengan dukungan peneliti dari universitas di Indonesia dan dukungan kuat dari pemerintah, Kita bisa mempelajari sumber daya hayati terbesar di dunia dan secara ilmiah mengembangkan obat-obatan herbal atau herbal China agar menjadi produk yang dipercaya masyarakat, ”kata Irwan.

Leave A Comment