Seringkali lupa bahwa itu tidak normal, kenali gejalanya dan cara mengobatinya

2020-10-29

Laporan Reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Meski penyakit Alzheimer banyak dialami oleh para lansia, namun kondisi tersebut tidak normal. Fungsi emosional. Serta perilaku aktivitas sehari-hari.

Orang-orang di cloud sering menyebut penyakit Alzheimer sebagai penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab utama kecacatan dan ketergantungan lansia pada orang lain.

Penyakit ini memiliki Sifat fisik, psikologis, dan sosial serta dampak ekonominya tidak hanya berdampak pada penderita, tetapi juga mempengaruhi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Baca: Jakarta Catat 1.076 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam, Total 56.175 Kasus

Saat ini lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia menderita demensia dan demensia Alz. Penyakit Haymer adalah jenis demensia yang paling umum, terhitung sekitar 60% hingga 70%. Ketua Panitia Pelaksana Pusat (PP) Dr. Dodoik Taskworo P (SpS) mengumumkan dalam jumpa pers online, Senin (14/9/2020).

Dalam jumpa pers ini juga diumumkan Program edukasi #ObatiPikun memperkenalkan metode deteksi dini demensia Alzheimer melalui EMS (Electronic Memory Screening) dalam rangkaian Bulan Kesadaran Alzheimer yang diselenggarakan oleh Eisai dan PERDOSSI di Indonesia. Membaca: Makan makanan dan minuman berikut secara teratur untuk mencegah penuaan saat Anda masih muda-dia mengatakan bahwa deteksi dini membantu orang dengan penyakit dan keluarganya mengelola efek penurunan kognitif dan penyakit dengan lebih baik. Dampak penyakit psikososial Selain itu, penanganan dini penyakit Alzheimer juga sangat penting untuk mengurangi percepatan penuaan.

Leave A Comment