Kisah tiga malaikat kecil yang berjuang

2020-10-29

TRIBUNNEWS.COM-Di usia yang masih sangat belia, anak-anak kerap menghabiskan waktu bermain dengan teman sebayanya. Terlepas dari perbedaannya, pelajari hal-hal baru.

Sayangnya, ia berbeda dengan saudara kandung Mohamed Ethan Kahadi (10) dan Mohamed Azfa Maurid (2,5). Keduanya berasal dari Garut, Jawa Barat, dan menderita penyakit serius antara lain infeksi paru-paru dan radang kulit.

Mereka dipaksa untuk tinggal di rumah dan tidak bisa menghabiskan masa kecil mereka dengan teman-teman. .

Bayi nomor satu Ihsan, ibu Umi Siti Kulsum, mengalami radang kulit sejak tahun 2015. Penyakit kulit ini biasanya membuat anak merasa percaya diri saat bertemu dengan orang lain. Siti Kulsum (Siti Kulsum) menuturkan bahwa ketika kambuh, kaki anak itu kaku bahkan tidak bisa berjalan. Selain itu, radang kulit ini biasanya mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Berbeda dengan adik laki-laki Azfa Maulid. Dia menderita infeksi paru-paru dan telah sakit sejak dia berumur seminggu.

Awalnya, anak Anda mengalami demam tinggi dan buang air besar dalam waktu lama, sekitar satu bulan. Tiga bulan kemudian, dokter mendiagnosis Azfa menderita infeksi paru-paru dan diare akut yang memerlukan penanganan khusus. Singkatnya, ia mengatakan bahwa pada Januari 2020 si kecil sudah kambuh. Dia muntah darah campuran dan harus menjalani transfusi darah karena HB-nya rendah. –Seorang wanita deep fryer menikah dengan pekerja sementara dan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk merawat dua anak. . Ketika dia harus mengurus bayi dan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, situasi ini membekap beban keuangannya.

Meski demikian, untuk merawat kedua anaknya, sang ibu telah melakukan semua persiapan. Padahal, punya hutang kepada orang lain. Pasalnya, meski ikut dalam rencana kesehatan pemerintah, dia tetap harus membayar obat tertentu secara mandiri. Ayah Hiero, Andreas, mengatakan bahwa bayi tidak bisa menangis dan membuka mulut saat dilahirkan.

Menurut informasi dari dokter setempat, alasannya adalah Shiro memiliki masalah pada sistem saraf kranial VI dan VII. Dimana saraf mencegah Hiro untuk mengamati dan mengekspresikan ekspresi.

Dokter juga menjelaskan bahwa kerusakan juga terjadi pada saraf kranial X, yang memiliki efek menelan makanan.

Bahkan jika air liur atau susu masuk ke saluran pernapasan, Hiroshi tidak batuk. Tapi tiba-tiba nafas pendek, nafas bergema.

Andreas mengatakan bahwa setiap jenis makanan yang diberikan kepada Hero dapat menyebabkan kematian. -Bantuan tiga malaikat kecil-Tiga cerita Ketika tidak ada simpati, malaikat kecil di atas mungkin berbeda. Untungnya, gotong royong antar masyarakat masih terjalin dan berawal dari pengusaha Irwan Hidayat.

Diwakili oleh Wakil Direktur Pemasaran PT Sido Muncul Maria Reviani Hidayat. Ihsan Cahyadi, Azfa Maulid dan Hiro.-Dengan menyalurkan bantuan ini, perusahaan yang terkenal dengan produknya Tolak Angin dan Tolak Linu bekerja sama dengan BenihBaik.com. Jumlah bantuan total 42 juta rupiah.

“Nilainya 42 juta rupiah,” kata Irwan Hidayat di Cipete, Jakarta, Rabu (5/8/2020) lalu.

Di saat yang sama, pendiri BenihBaik.com Andy F Noya mengatakan bahwa bantuan seperti ini sangat berguna bagi orang yang membutuhkan.

“BenihBaik.com berdiri tahun lalu. Andy F. Noya menyampaikan bahwa untuk menggalang dana atau crowdfunding bagi pihak yang membutuhkan, Sido Muncul (Sido Muncul) Selalu dukung kami. Irwan Hidayat mengatakan bahwa di kesempatan lain pihaknya selalu konsisten berkontribusi dalam berbagai kegiatan bakti sosial-Sido Muncul telah banyak melakukan kegiatan sosial seperti operasi katarak, bibir sumbing dan kanker bebas. Tidak hanya itu, Kegiatan serupa juga pernah dilakukan, seperti membantu para lansia, menyumbang uang untuk bencana alam, mudik gratis, dll.

Ia juga mengatakan pihaknya masih memberikan dana untuk kegiatan bakti sosial setiap tahun. Mendanai kegiatan tersebut. siapa yangUsai usai, Irwan Hidayat pun usai.

Penulis: Dea Duta Aulia / Penerbit: Dana Delani

Leave A Comment