Terapi uap dapat membantu menyembuhkan batuk anak, namun asupan cairan tetap menjadi masalah utama

2020-10-29

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Banyak orang tua memilih terapi uap saat anaknya mulai masuk angin dan batuk.

Sekarang, terapi uap mudah dilakukan di rumah, atau dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Dokter spesialis anak, spesialis paru Rifan Fauzie dari SpA mengatakan, terapi uap memang bisa digunakan sebagai tindakan preventif, apalagi jika anak-anak memiliki penyakit seperti campak, mereka biasanya menggunakan terapi uap ini. Bisa dikurangi atau dihirup. Rifan, siaran langsung Radio Kesehatan, Rabu (7/8/2020) -Terapi uap bisa mencegah timbulnya gejala batuk atau pilek yang lebih parah, Rifan mengingatkan agar anak harus terhidrasi saat batuk. Rifan

Perlu dilakukan batuk dan cairan dingin karena dapat membuat dahak yang kental menjadi encer dan dapat dibuang melalui saluran pernafasan.

Bacaan: Pastikan Ramuan Obat Batuk Anak Agar Waktu Sembuh Tidak Lebih Lama – Bacaan: Anak Batuk Pilek Tidak Bisa Minum Antibiotik

“Cairan Ini Dapat Mengencerkan Dahak, Sehingga Batuknya Dahak bisa mengembun di saluran napas agar tidak menimbulkan kesulitan bernafas, ”ujar dr Rifan. Saat ini, sumber cairan yang dianjurkan untuk anak saat batuk terutama air mineral, ASI atau susu formula untuk anak di bawah usia dua tahun.

Pilihan lainnya adalah makanan yang banyak mengandung cairan, seperti sayur mayur dan buah-buahan, dan vitamin juga bisa didapatkan dari sayur dan buah.

“Sup panas mengandung sayur dan cairan, dan vitamin juga baik untuk mekanisme pertahanan tubuh.” Li Fan

Leave A Comment