Industri jamu Indonesia memasuki pasar global, salah satunya Arab Saudi

2020-10-30

TRIBUNNEWS.COM-Jamu Indonesia sudah dikenal luas sejak zaman dahulu.

Apalagi sejak wabah Covid-19, masyarakat sudah mulai mengonsumsi jamu tradisional, seperti jamu, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kementerian Perindustrian mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan juga mencontohkan bahwa industri kimia, farmasi dan obat tradisional dapat tumbuh 5,59% pada triwulan I tahun 2020. (BPPI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi (Doddy Rahadi) mengatakan: “Indonesia memiliki potensi untuk menanam tanaman obat di banyak daerah. Ada sekitar 30.000 spesies dari 40.000 tanaman obat di dunia, dan karena kebutuhan potensi lokal dan lokal, Indonesia juga sangat menjanjikan di pasar global, ”ujarnya. Tbk PT Si do Muncul, Adipati Unggulan Industri Jamu dan Farmasi, Tolak Angin Cair di Arab Saudi, Senin (10/8/2020). Kantor pemasaran Sido Muncul di Semarang, Jawa Tengah, Jakarta, dan Arab Saudi ditandai dengan pemotongan pita dan gangguan kaleng air di Semarang.

Irwan Hidayat, Direktur Departemen Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul Tbk, mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Irwan di acara Senin (10 Agustus 2020) dengan mengatakan: “Ini merupakan perpanjangan dari rencana SOM Muncul untuk ekspansi ke luar negeri. Rencananya. “

Sido tampaknya akan mengirimkan kontainer Reject Angin setinggi 20 kaki dan mengirimkannya ke Arab Saudi, yang akan didistribusikan secara merata di antara pasar-pasar utama di Arab Saudi sehingga orang dapat dengan mudah mendapatkan Tolak Angin. Dalam kesempatan yang sama, Sido M juga menunjukkan hasil uji efikasi atau uji keuntungan dan sertifikat analisis hasil uji toksisitas kepada para tamu peserta acara. Kata Irwan. Irwan mencontohkan, Tolak Angin memang bisa meningkatkan sel T, tapi tidak kebal terhadap virus tertentu. Terlepas dari kepatuhan perusahaan terhadap peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan Upaya ekspor Sido Muncul diapresiasi.

“Dalam pandemi seperti ini, tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Tentunya organisasi POM mengapresiasi upaya Sido Muncul untuk terus mengembangkan produk-produk tersebut dalam persaingan global, kita telah melihat dan membantu berbagai ekspor Sido Muncul ke berbagai negara. Suatu kehormatan besar melihat produk Sido Muncul masuk ke pasar global, ”kata Penny.

Saat Tolak Angin pertama kali mengekspor produk ke Arab Saudi, dia adalah Direktur Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat Pengobatan Tradisional, Perawatan Kesehatan Asisten Regulatori Suplemen dan Kosmetika RR Maya Gustina Andarini, Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, Dirjen Administrasi Negara Pengembangan Ekspor, Kasan Muhri, KJRI Arab Saudi, Distributor Sido muncul di Abdilah, Arab Saudi, merupakan perwakilan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Heri Widarta Semarang , SP, M.Sc, arahan pengembangan Sido Muncul, Irnez Hidayat, Nadia Hidayat dan Roy Anton.

Leave A Comment