Kerjasama antara pemerintah, akademisi dan pengusaha untuk mengembangkan potensi jamu

2020-10-30

TRIBUNNEWS.COM-Selain kaya akan tradisi budaya dan bahasanya, Indonesia juga kaya akan berbagai jenis jamu yang kini dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus. Oleh karena itu, PT Industri Jamu dan Apotek Sido menyelenggarakan webinar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Semarang dengan topik “Strategi Pengembangan dan Penggunaan Jamu Sehat Indonesia”, Sabtu pagi (19/9/2020) Sido Penanggung jawab Muncul Irwan Hidayat, acara ini mengundang para sarjana untuk ikut serta dalam penelitian tanaman obat yang memiliki potensi pengembangan yang besar. Irwan Hidayat mengatakan: “Karena kekayaan alam kami memiliki potensi untuk dikembangkan, kami sangat aktif dalam penelitian herbal di Indonesia.” Herbal. Dia juga percaya bahwa di dunia saat ini, komunitas medis menghadapi tantangan untuk membantu penelitian dan pengembangan medis tradisional. “Kata Sijid. -Dia menambahkan, penelitian terkait jamu harus dilakukan secara besar-besaran dan memenuhi standar yang berlaku .-“ Yang terpenting adalah melakukan penelitian skala besar tentang jamu berbasis Indonesia. . Sejalan dengan kaidah penelitian ilmiah etika kedokteran, ”imbuh Sigid.

Sadar akan pentingnya penelitian dan data, Sido Muncul bekerjasama dan mendukung para sarjana untuk melakukan penelitian terkait jamu. Ia menambahkan, Sido Muncul terlibat dalam penyelenggaraan jamu pemerintah Penggunaan regulasi juga secara kreatif mencari peluang, misalnya ketika mendirikan pabrik baru pada tahun 1997, Sido tampak membangun pabrik dengan standar farmasi atau Good Manufacturing Practices (CPOB). Bahkan jika tanaman herbal standar merupakan tradisi yang cukup baik Cara Pembuatan Obat (CPOTB). Ini bukan melanggar aturan, tapi melanggar upaya kami untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sido Muncul juga mendirikan RnD, laboratorium pengawasan mutu dan penjaminan mutu dengan peralatan modern yang lengkap. Oleh karena itu, pada tahun 2002, Sido Muncul Ini menjadi satu-satunya pabrik phytotherapy yang dibuka Menteri Kesehatan saat itu, ”jelas Irwan.

Selain itu, pada tahun 2002 Sido Muncul juga memimpin uji toksisitas yang dilakukan oleh Apt. Ipang Djunarko dari Fakultas Farmasi Universitas Sanp Dharma, meneliti produk Tolak Angin. Hasilnya membuktikan bahwa Tolak Angin dapat dikonsumsi selama 232 bulan dan aman.

“Untuk BPOM, uji toksisitas belum wajib. Bahkan hingga saat ini. Sido Muncul adalah orang pertama yang melakukan uji toksisitas ini. Edi Dharmana, M.Sc., PhD., Sp.Park .

“Kami melakukan uji khasiat atau uji manfaat untuk produk anti angin. Oleh karena itu, ternyata meminum dua sachet Tolak Angin sehari dapat meningkatkan Irwan Hidayat, menambahkan bahwa limfosit T merupakan indikator daya tahan tubuh.

Menurut Irwan Hidayat, jika penelitian dilakukan sesuai standar, sebaiknya peneliti atau lembaga penelitian dokter mengumumkan hasil penelitiannya, yang penting peneliti bukan hanya peneliti, tetapi juga ilmuwan. Apakah ini merupakan pengesahan produk? “Irwan Hidayat berkata .–” Jika salahPeneliti mengumumkan temuannya valid dan harus dibedakan dengan yang bukan peneliti tapi yang menyetujui produk tertentu, ”imbuh Irwan Hidayat. Elang Sumatera. Menurutnya, ada gap antara pengusaha dan sarjana. Kerja sama akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

“Menurut saya inilah yang dibutuhkan Indonesia, artinya kerjasama antara pengusaha dan sarjana ini akan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Elang. –Elang Ditambahkan bahwa penelitian dan data penting dalam bidang pelayanan kesehatan, jangan sampai masyarakat menelan informasi tentang klaim obat tanpa mengandalkan penelitian dan data yang luas, karena mereka (masyarakat) perlu mengetahui kandungan dan kandungan yang perlu diketahui masyarakat tentang jamu yang dianjurkan. ? Apakah Anda Elang bersertifikat Penjelasan

penulis: Dea Duta Aulia / edit: Dana Delani

Leave A Comment