Gejala virus Ebola: demam, nyeri, kelelahan, gangguan pencernaan

2020-10-31

TRIBUNNEWS.COM-Cari tahu gejala yang disebabkan oleh virus Ebola secara keseluruhan dan cara mencegahnya.

Menurut laporan Cdc.gov, Selasa (2/6/2020) Virus Ebola (EVD) merupakan penyakit langka dan mematikan antara manusia dan primata non-manusia.

Virus Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di dekat Sungai Ebola di tempat yang sekarang disebut Republik Demokratik Kongo.

Sejak saat itu, virus telah menginfeksi orang dari waktu ke waktu dan menyebabkan epidemi di beberapa negara Afrika. — Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh dan jaringan hewan.

Kemudian, menyebar ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang sakit atau yang meninggal karena penyakit virus Ebola. — Baca: Saat Pandemi Covid-19, Epidemi Ebola Muncul Kembali di Kongo Apa Gejala dan Penyebarannya?

Baca: Republik Demokratik Kongo Kembali Diserang Virus Ebola, Dan Empat Orang Meninggal-Virus Ini Terjadi Saat Seseorang bersentuhan dengan cairan tubuh yang terinfeksi (atau benda yang terkontaminasi olehnya) Kulit atau selaput lendir yang rusak melalui mata, hidung, atau mulut dapat terjadi. Selain itu, seseorang dapat tertular virus melalui kontak seksual dengan orang yang sakit dengan EVD dan setelah sembuh dari penyakit virus Ebola. – Virus dapat bertahan hidup dalam cairan tubuh tertentu, seperti air mani, setelah sembuh dari penyakit.

Jika seseorang terinfeksi virus Ebola, maka akan menimbulkan gejala berikut, dikutip dari Tribunnews.com dari Cdc.gov:

Leave A Comment