Jangan hanya menambahkan sayur dan buah selama pandemi Covid-19, tapi perhatikan juga bagian proteinnya

2020-10-31

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sayur dan buah-buahan menjadi makanan prioritas untuk menjaga kesehatan selama pandemi virus corona (Covid-19).

Bahkan pada awalnya, saya membeli sayuran dan buah-buahan bahkan di rak. Rak buah dan sayur di supermarket kosong dan harga melambung tinggi karena jumlahnya sedikit.

Ahli Gizi Klinis, PhD. Diana Felicia Suganda, M.Kes dan Sp.GK mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya fokus pada sayur dan buah agar memiliki tubuh yang sehat. Itu bahkan tidak diterapkan sejak awal membaca: Dengan metode ini, sebuah keluarga di Malang sedang memulihkan diri dari korona.

Selanjutnya, selama pandemi, kebutuhan tubuh akan nutrisi seimbang dipenuhi dengan mengonsumsi protein dalam jumlah besar. Dr. Diana mengatakan dalam webinar RSPI (Rabu (10/6/2020)): “Meski saat ini kita membutuhkan banyak protein, banyak pemikiran tentang buah, sayur dan vitamin masih terus berjalan.”

Sebelumnya, Dr. Beatrice Anggono SpGK, ahli gizi klinis di RS Royal Progres menjelaskan bahwa protein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama untuk memperbaiki sel yang rusak.

Sumber protein yang terkenal ada dua yaitu sumber protein hewani dan nabati.

Untuk hewan dapat diperoleh dari daging sapi, ayam dan ikan.

Baca: Temple e dan bawang putih dapat membantu pencernaan, sehingga menjaga kekebalan tubuh-ikan yang banyak mengandung protein adalah salmon dan tuna, namun harganya sangat mahal. Namun lambat laun, ikan khas Indonesia yaitu makarel memiliki banyak protein, dan harganya lebih cocok untuk kantong.

“Saya memilih ayam tanpa lemak, daging tanpa lemak, dan ikan berlemak karena adanya Omega 3, Dr. Beatrice berkata:” Ada salmon, tuna, ikan, dan mackerel. Kata Dr Beatrice di Green Fruit City. — “Buah mengandung alpukat, tapi jangan pakai susu kental manis,” kata Dr Beatrice.

Leave A Comment