Asosiasi Rumah Sakit Indonesia menanggapi tudingan pasien “bawah tanah”

2020-11-02

Dilansir dari Tribunnews.com reporter Rina Ayu-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mengedarkan opini di komunitas tertentu bahwa rumah sakit sepertinya “ngambek” menerima pasien berobat. Dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews, Minggu (10 April 2020), PERSI memberikan jawaban dan klarifikasi sebagai berikut:

1. PERSI berkomitmen dan tetap mendukung pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Upaya dilakukan untuk menjadi populer. Memberikan layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 dan pasien dengan kebutuhan umum;

2. PERSI melalui rumah sakit anggotanya secara sadar melayani seluruh masyarakat (termasuk Covid-19 dan non-Covid-19, baik kesehatan maupun non-kesehatan) Pelayanan kesehatan pasien resiko tinggi;

3. Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan bagi penderita Covid-19 sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan perjanjian kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah (dalam hal ini Kementerian Kesehatan) Ketentuan pemeliharaan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan kewenangan lainnya;

4. Dalam hal penatalaksanaan klinis dan penatalaksanaan organ, rumah sakit berpedoman pada Kementerian Kesehatan, yang terakhir adalah revisi kelima yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan yang jumlahnya adalah HK.01.07 / Menkes / 413/2020 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Coronavirus Tahun 2019 (Covid-19); – Satu. Standarisasi status pasien Covid-19 yaitu suspect, probable, confirm and close contact;

b. Kasus yang mungkin terjadi adalah dugaan kasus ARDS parah atau telah meninggal, yang memiliki manifestasi klinis Covid-19 yang meyakinkan dan tidak ada hasil laboratorium RT-PCR;

vs. Jika pasien memiliki kemungkinan kasus dan dipastikan meninggal Pemeriksaan jenazah dilakukan oleh manajemen Covid-19.

Leave A Comment