Produk tembakau alternatif dapat mengurangi tingkat merokok di Inggris dan Jepang

2020-11-04

Laporan Eko Sutriyanto, Tribunnews.com, Jakarta, TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Banyak negara di dunia mendukung penggunaan produk tembakau alternatif untuk menurunkan angka merokok.

Khusus untuk Inggris dan Jepang, mereka mengadopsi kebijakan yang kondusif untuk inovasi. Profesor Tikki Pangestu, mantan direktur Departemen Riset dan Kerjasama Kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan profesor tamu di Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin di Universitas Nasional Singapura, mengatakan dia menjelaskan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif di Inggris telah mendorong 20.000 perokok untuk berhenti merokok setiap tahun.

Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah perokok meningkat dari 14,4% pada 2018 menjadi 14,1%, atau setara dengan 6,9 juta perokok pada 2019.

Baca: Kebijakan pajak konsumsi tahun 2021 menentukan industri akhir produk tembakau

Setelah diperkenalkannya produk tembakau alternatif di berbagai negara, kami menemukan bahwa penjualan rokok mengalami penurunan yang bersejarah dan tajam. Buktinya di Inggris, semakin banyak perokok yang berhenti merokok setiap tahun, “kata Tiki. Menurut keterangannya, Selasa (29/9/2020), Jepang yang berbicara di Global Tobacco Nicotine Forum 2020 (GTNF 2020) Jumlah perokok juga menurun.Survei Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan jumlah perokok pria turun dari 30% menjadi 28,8% pada 2019 untuk pertama kalinya. — Jumlah perokok juga turun 0,7% menjadi 8,8% Pada 2019.

“Produk yang menggunakan pengganti tembakau telah meningkatkan jumlah pengguna yang berhenti merokok, sesukses orang yang menggunakan pengganti nikotin lainnya. Jadi ini adalah langkah besar berdasarkan bukti, “kata Tiki. Diperlukan penelitian lokal tentang produk tembakau alternatif.

” Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun, pembuat kebijakan suatu negara akan selalu fokus pada Bukti Ia mengatakan, Ariyo Bimmo, Ketua Aliansi Tembakau Tanpa Asap Indonesia, meyakini Indonesia harus mendorong penelitian ilmiah karena selama ini sangat sedikit kajian lokal terkait produk tembakau alternatif. — Indonesia belum melakukan penelitian ekstensif terhadap produk inovatif ini, sehingga pemerintah harus didorong untuk menggunakannya dan harus didukung dalam bentuk regulasi yang memperhatikan karakteristik risiko yang berbeda.

Leave A Comment