Antarmuka pengguna berdasarkan kecerdasan buatan mengembangkan deteksi pneumonitis yang disebabkan oleh Covid-19

2020-07-09

Laporan dari Tribunnews.com, reporter Reza Deni

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Universitas Indonesia (UI) melalui Kelompok Ilmiah dan Biofisika dan KBI Instrumen Fisika-Departemen Koefisien Fisik-Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI ) Mengembangkan DSS-CovIDNet, alat untuk memprediksi kasus pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19 dengan menggunakan program pembelajaran dalam pembelajaran manual.

Program ini dirancang oleh tim mahasiswa S2 dan mantan siswa departemen fisika F2PA UI.Tim ini merupakan bagian dari tim peneliti AIRA (radiasi terapan kecerdasan buatan) di bawah bimbingan guru. Djarwani S. Soejoko dan Prawito.

Koordinator tim AIRK Lukmanda Evan Lubis mengatakan bahwa DSS-CovIDNet menggunakan konsep jaringan saraf convolutional (CNN) untuk membagi gambar sinar-X dada menjadi 3 kelompok (tiga kelompok). Yaitu paru Covid-19, pneumonia non-Covid-19 dan paru normal, akurasinya adalah 98,44%.

Lukmanda mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kehadiran DSS-CovIDNet harus membantu meningkatkan kepercayaan dalam diagnosis dan mengurangi beban ahli radiologi volume tinggi terkait dengan diagnosis dan tindak lanjut dari kasus Covid-19. ”Tribunnews menerima email pada hari Jumat (15 Mei 2020).

Selain itu, Abdul Haris, wakil kepala antarmuka pengguna yang bertanggung jawab untuk penelitian dan inovasi, mengatakan bahwa akurasi yang tinggi membuat alat ini menjadi lebih baik. Abdul berkata: “Kami juga membuka akses data untuk memudahkan para peneliti untuk berpartisipasi dalam meningkatkan rencana.” Abdul mengatakan bahwa penelitian tentang deteksi pneumonia tidak dilakukan oleh suatu kelompok. Kelompok penelitian ini, tetapi ada tiga kelompok penelitian interdisipliner lain di UI, menggunakan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan data radiometrik untuk mendeteksi Covid-19 pneumonia.

“Para peneliti berada di bawah bimbingan Dr. Eric Daniel Tend dan Dr. Benny Zulkwarnaen dari tim peneliti Universitas Indonesia (FKUI) dari Departemen Kedokteran AS Sama seperti DELFT Imaging CAD4COVID, “Abdul melanjutkan.

Kemudian, Abdul menambahkan bahwa ada tim peneliti FKUI yang dipimpin oleh Dr. Cleopas Martin Rumende dan Dr. Telly Kamelia untuk mengembangkan algoritma pendeteksian.

“Kemudian, tim peneliti dari Institut Ilmu Komputer UI (UI Fasilkom dipimpin oleh Mirna Adriani dan Dina Chahyati dari tim yang bekerja di Pusat AI UI Fashircom,” Kesimpulannya adalah Abdul.

Menggunakan set data sumber terbuka Deskripsi metode dan hasil antara dapat diunduh dari https://arxiv.org/abs/2005. 04562 .

dengan Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran UI Indonesia (FKUI), Departemen Radiologi Rumah Sakit UI (RSUI) dan Cibinong Staf departemen radiologi rumah sakit bekerja sama untuk memulai proses verifikasi menggunakan data pasien Indonesia anonim.

Leave A Comment