Menuju Indonesia Sehat, Irwan Hidayat memaparkan hasil penelitian ketahanan produk energi angin

2020-11-05

TRIBUNNEWS.COM-PT Sido Muncul Tbk Industri Jamu dan Farmasi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Semarang menyelenggarakan webinar bertema “Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dalam Indonesia Sehat”, Sabtu (19 pagi) / 9 / 2020) — Dalam hal ini, Sigid Kirana Lintang Bhima, Sekretaris IDI Cabang Kota Semarang, mengatakan keberadaan obat atau obat tradisional tidak kalah dengan obat tradisional. Padahal, pengobatan tradisional Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Sigid menambahkan, dibandingkan dengan luar negeri, pengobatan tradisional Indonesia dan pengobatan konvensional seringkali hidup berdampingan. Pasalnya, di Indonesia tidak banyak konflik di antara keduanya. Ia mengatakan: “Pengobatan tradisional sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Namun pengobatan tradisional cenderung memiliki standar yang sama di semua negara di dunia.” Jika berbicara tentang jamu, dokter harus memiliki visi untuk standar emas yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Ia mengatakan bahwa dokter harus memberikan pengobatan ilmiah terbaik, bukan berdasarkan bukti. Ia mengatakan bahwa dokter memang membutuhkan jurnal penelitian untuk merekomendasikan obat kepada pasiennya. Membantu mengembangkan pengobatan tradisional berdasarkan penelitian merupakan tantangan yang sangat besar.

“Dokter harus kritis, bukan menolak (obat tradisional), tapi memberi ruang bahkan berperan aktif dalam penelitian obat tradisional di Indonesia,” ujarnya. Ia percaya bahwa efektivitas jamu dapat dibuktikan secara ilmiah, dan ia percaya perlu adanya kerjasama antara akademisi dan perusahaan. Yang terpenting adalah melakukan penelitian herbal skala besar di Indonesia berdasarkan kaidah penelitian ilmiah yang sesuai dengan etika kedokteran.

Leave A Comment