Jangan meremehkan nyeri dada

2020-11-05

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kehadiran nyeri dada pada tubuh manusia tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi merupakan gejala serangan jantung.

Nyeri dada mengacu pada situasi ketika dada tertusuk, tertusuk atau ditekan ke dada kanan, dada kiri atau dada tengah. Nyeri dada tidak boleh diabaikan, karena bisa jadi merupakan gejala nyeri dada. serangan jantung.

Tergantung pada penyebabnya, nyeri dada dapat berlangsung dalam waktu singkat atau beberapa hari. -Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segera dapatkan pertolongan medis, terutama bila nyeri menjalar ke lengan, leher, dagu, dan punggung, disertai sesak napas dan keringat dingin.

Siloam Organization Health RS Dhirga Surya Medan.Sabtu (19 September 2020), ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera hadir, termasuk tenaga ahli dari Siloam Jambi dan RS Siloam Hos Pitals Palembang. Penyakit jantung, 13 penderita COVID-19, 2 desa di Ponorogo yang langsung diisolasi-ahli kedokteran, PhD. Dhirga Surya Medan dari Silhaam Hospitals mengatakan Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA. Penyebab nyeri dada sangat bervariasi. Namun jika penyakit tersebut disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, maka dianggap berbahaya.

“Karena berbagai faktor di dalam tubuh (seperti obstruksi), nyeri dada seseorang merupakan tanda serangan jantung. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), dari Dhirga Surya Medan, Rumah Sakit Siloam, mengatakan FIHA: “Perubahan aliran darah dan pembuluh darah dapat melemahkan kerja jantung dan peradangan.” Selain penyakit jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, termasuk penyakit paru-paru, seperti penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (pulmonary embolism), lapisan yang mengelilingi paru-paru. Radang (radang selaput dada), hipertensi pulmonal (hipertensi pulmonal), abses paru dan atelektasis atau pulmonary collapse (kolaps) -Tri Adi Mylano juga menyampaikan bahwa untuk penderita pa jantung dengan gejala nyeri dada pertama, bahkan baru-baru ini Situasi ini juga meningkat dari tahun ke tahun, dan korbannya adalah pasien usia muda.

Leave A Comment