Apakah kemarahan biasanya berarti darah Tigggi? Apa mitos tanggapan dokter ini

2020-07-09

Jakarta melaporkan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, Indonesia-Orang mengira orang akan marah, yang sama dengan hipertensi atau hipertensi. Dokter, apakah Anda benar-benar marah dan memiliki tekanan darah tinggi?

Ario Soeryo Kuncoro, seorang ahli jantung dan angiologis, membenarkan bahwa ini hanyalah mitos.

“Tampaknya ini sebenarnya mitos. Jika saya pikir tidak semua orang marah, mereka akan sering menderita tekanan darah tinggi secara otomatis,” kata dokter. Ario (Ario) saat rapat di Jakarta Pusat (20 Februari 2020).

Ketika orang marah, tekanan darah dapat meningkat, karena aspek medis dari peningkatan aktivitas dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

“Jika dia marah ketika mengukur tekanan, darahnya pasti meningkat, tetapi ini tidak berarti bahwa dia memiliki tekanan darah tinggi,” kata Dr. Ario. Misalnya, orang yang bisa jongkok dan bangun dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. –Dr Ario menunjukkan bahwa jika tekanan darah tinggi terus berfluktuasi atau hanya sedikit berfluktuasi, orang tersebut dinyatakan menderita hipertensi.

“Hipertensi adalah keadaan hipertensi yang persisten, jadi tidak akan ada fluktuasi.”

Hipertensi sendiri memiliki sakit kepala, penglihatan kabur, penurunan kesadaran, kejang, nyeri dada, sesak napas, mual, muntah, Kelemahan tungkai.

Leave A Comment