WHO menciptakan ventilator untuk pasien Covid-19: tidak perlu membeli di luar negeri

2020-11-10

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Universitas Indonesia (UI) memproduksi ventilator bernama COVENT-20 atau Covid Ventilator 2020. Ini dapat digunakan di rumah sakit rujukan untuk merawat pasien Covid-19 atau Corona positif. –COVENT -20 transport ventilator yang dikembangkan oleh tim ventilasi Universitas Indonesia diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada hari Senin tanggal 15 Juni 2020 telah lolos uji klinis. Uji klinis telah selesai. Ini dilakukan dalam dua mode ventilasi, CMV (Continuous Forced Ventilation) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Baca: Perdana Menteri UI: Nanti Bahan Bakar Fosil Akan Digantikan Petrokimia-Hendri DS Budiono, Dekan Fakultas Teknik UI, mengatakan biaya produksi COVENT-20 belum mencapai ratusan juta rupiah. Menurut dia, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan membeli ventilator di luar negeri.

Baca: Ventilator yang diproduksi oleh uji klinis manusia UI Pass dapat didistribusikan kapan saja untuk membantu pasien Covid-19

“C” adalah harga artifisial, kami tidak mencari untung. Karena ini untuk kemaslahatan umat manusia. Kami juga mencari donatur, saat ini ada 250 donatur. Biaya produksinya hanya Rp 25 juta. Proses pembuatan Covid-19 hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan. Vaksin tersebut dibuat pada 20 Maret 2020, beberapa pekan setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama positif corona di Indonesia.

Menurut Hendri, Indonesia membutuhkan 8.000 ventilator. Namun ventilator yang ada di Indonesia saat itu hanya sekitar 2.200 orang. Atas dasar ini, tim COVENT-20 mereka (termasuk guru dan siswa IU) terdiri dari 20 orang, dan mereka menjadi fans. Hasilnya memuaskan dan bisa digunakan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan penghormatan kepada mitra kami 500 (Covent-20). Jika memungkinkan, saya akan puas dengan 8.000. Oleh karena itu, tidak perlu membeli di luar negeri”, katanya.

COVENT-20 komponen 70% di antaranya berasal dari Indonesia. Selebihnya dari luar negeri, karena selain mencari produk berkualitas, komponen tersebut juga lebih murah. COVENT-20 merupakan kerjasama antara School of Engineering dan UI School of Medicine. Kipas buatan negeri ini punya banyak keunggulan.

“Harga murah Rp 25 juta. Kalau melebihi beberapa miliar rupiah. Kedua pakai lithium atau baterai. Ketiga, pintar-pintar pakai chip,” kata Hendry.

COVENT-20 selalu menjadi subjek uji klinis pada manusia, dibagi menjadi dua fase: Fase pertama adalah uji klinis mode ventilasi CPAP untuk pengobatan pasien dewasa di Instalasi Gawat Darurat Intalasi Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo. Rumah Sakit Universitas Indonesia bernafas pada Mei 2020, dan Rumah Sakit Pusat Persahabatan, 3 Juni 2020. “Hasil uji klinis ini membuktikan bahwa kedua fungsi Covent-20 sangat efektif dan direkomendasikan untuk manajemen pasien,” kata Hendri. — Baca: Daftar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia 2020: UGM Peringkat Pertama, UI Peringkat Kedua PTN-Ventilator Lokal Ini Bisa Memberikan Ventilasi Tekanan Positif dalam Mode CMV, Jadi Bisa Digunakan Sebagai alternatif bagi pasien, untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan kontrol mesin (time triggered) mode CPAP dapat membantu memberikan oksigen kepada pasien yang masih terjaga dan bernapas secara spontan.

Bersamaan dengan hasil uji klinis, tim ventilator UI saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 200 unit yang nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat Covid-19. Di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI), beberapa mitra industri menggunakan dana dari hasil penggalangan dana berbagai perusahaan dan komunitas.

Leave A Comment