Riset membuktikan bahwa kurang tidur membuat seseorang sulit mengalami kebahagiaan

2020-11-11

TRIBUNNEWS.COM-Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kondisi fisik seseorang, tetapi juga memengaruhi psikologisnya.

Selain menyebabkan berbagai penyakit, kurang tidur dapat menghalangi kita untuk berkonsentrasi, sehingga mempengaruhi produktivitas.

“Chang Medical News” juga melaporkan hasil berbahaya lainnya dari kurang tidur.

Dalam studi ini, para peneliti menemukan bahwa kurang tidur dengan durasi normal hanya dua jam mencegah kita untuk merasa benar-benar bahagia. — Studi ini dipublikasikan di jurnal “Sleep” dan dilakukan oleh sekelompok psikolog Norwegia.

Membaca: Bagaimana meditasi mengatasi insomnia?

Bacaan: Mengatasi sulit tidur tanpa obat-obatan Makanan ini dipercaya dapat membantu Anda tidur nyenyak, ternyata kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kognitif dan emosional. Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental kita.

National Sleep Foundation juga merekomendasikan agar remaja bisa tidur 8 hingga 10 jam setiap malam, sementara orang dewasa di bawah 65 tahun bisa tidur 7 hingga 9 jam setiap malam.

Sayangnya, berbagai faktor menyebabkan banyak orang mengalami kurang tidur. Selain kurang tidur, peneliti juga mempelajari pola tidur 52 orang berusia 18 hingga 35 tahun. Penelitian dilakukan selama 11 hari.

Leave A Comment