Banyak orang tua khawatir anak-anak akan divaksinasi, IDAI mengatakan campak lebih berbahaya daripada Covid-19

2020-11-29

Laporan reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meyakini campak lebih berbahaya daripada virus corona atau Covid-19. Yang menunda imunisasi anak karena takut terpapar virus corona di RS, Puskesmas atau Bourbon Dudo. Ini jurnal kedokteran. “Penyebaran dual epidemik akan sangat berbahaya. Kita pernah mengalami kejadian Covid-19 dan epidemi yang bisa dicegah dengan vaksin,” kata Kabag Humas Anggota Panitia Pengurus Pusat IDAF Hartono Gunardi BNPB. Dan kesejahteraan, Senin (08/06/2020) .

Contoh campak paling sederhana. Dia berkata: “Kami khawatir tentang Covid-19, tetapi yang lebih berbahaya adalah campak.” -19 Tetesan air dari batuk atau bersin sekitar dua meter. Kalau campak bisa mencapai lebih dari enam meter. Karena itu jangan lupa divaksinasi ya, “kata Hartono.

Selain campak, Hartono mengatakan ada beberapa penyakit yang juga berbahaya, di antaranya difteri. Katanya:” Untuk menetralkan bakteri penyebab difteri, serum harus digunakan. Serum tidak ada di Indonesia dan harus diimpor dari negara lain.

Baca: Kementerian Kesehatan telah menyerukan penurunan tajam layanan vaksinasi selama pandemi Covid-19-tapi Hartono tetap mengingatkan orang tua untuk memvaksinasi anak-anak mereka .- “Wabah sudah terjadi. Caranya adalah dengan membawanya ke Posyandu, Puskesmas atau institusi medis manapun. “Hartono menyimpulkan.

Leave A Comment