Alergi pediatrik mungkin disebabkan oleh genetika, berikut penjelasan pakar

2020-11-29

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Alergi pada anak bisa jadi disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya karena debu atau cuaca buruk. Namun, ada juga faktor genetik atau genetik.

Dokter anak. Frida Handayani, Sp. (A) k menjelaskan bahwa jika kedua orang tua mengalami gejala alergi yang sama, seperti bersin setiap bangun tidur, 60% anak akan alergi. .

“Jika kedua orang tua memiliki gejala klinis yang sama dan memiliki gejala alergi yang sama, maka secara genetik lebih baik, sehingga anak memiliki risiko alergi 60-80%,” ujar Dr. Frida bersama NutriClub, Selasa. Katakan bersama (30/6/2020).

Jika orang tua mengalami reaksi alergi tetapi gejala klinisnya berbeda maka proporsi alergi anak akan berkurang. Dr. Frida mengatakan bahwa orang yang bersin akan mengalami kemerahan jika alergi kulit, sehingga 40% hingga 60% anak yang lahir akan mengalami alergi. Atau ibu memiliki riwayat alergi, resiko alergi anak hanya 20% sampai 30% -selama periode ini, jika orang tua atau saudara kandungnya tidak alergi maka peluang anak terlahir dengan alergi hanya 15% sampai 20%.

Bacaan: Anak alergi susu, jaga kekebalan saat pandemi, jangan tunda vaksinasi, rajin dibawah sinar matahari — “Bila tidak ada anggota keluarga yang alergi, kata dr Frida, resiko sakit Hanya akan berkurang sekitar 15-20%.

Selain bersin dan gatal, alergi juga bisa menyebabkan gejala lain, seperti gatal-gatal, eksim, dan sesak nafas.

Yang paling parah bisa menyebabkan reaksi alergi , Ini adalah mual karena kesulitan bernapas

Leave A Comment