Masalah nutrisi dan lingkungan dapat membuat anak-anak terpapar Covid-19

2020-12-02

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Anak-anak juga berisiko tinggi tertular virus corona (Covid-19), dan jumlah anak yang dinyatakan positif virus juga meningkat. Provinsi Jawa Timur menyebutkan, hingga Minggu 14 Juni 2020 jumlah anak dan remaja yang terpapar Covid-19 di Provinsi Jawa Timur sebanyak 7.589, di antaranya 584.

Dokter Anak di RS Hasan Sadikin Bandung. Anggraini Alam, Sp.A (k) menjelaskan bahwa virus Covid-19 sepertinya tidak dapat menyerang siapa pun di usia tertentu.

Khusus untuk anak di bawah satu tahun, sistem organisasinya masih sangat rendah dan ada risiko infeksi. Bahkan sangat tinggi.

“Anak-anak juga sangat rentan terutama bayi baru lahir, sehingga tidak heran jika banyak anak di bawah usia satu tahun yang tertular dan hasil (gejala) yang tidak baik,” kata dokter tersebut. Anggraini, disiarkan langsung Radio Kesehatan pada Senin (15/6/2020).

Membaca: Setelah Sembuh dari Covid-19, Pahlawan Opera dengan Sindrom Seckel Perlu Lebih Banyak Perawatan dan Pergi ke Sekolah

Bacaan: Menderita Kisah Penyakit Penari Wanita Masa Kecil yang Langka, Sindroma Seckel Bekerja Keras Melawan Covid-19-Saat terpapar Covid-19, anak-anak Indonesia bahkan bisa jadi menderita peradangan parah akibat gangguan kesehatan anak.

Dr Anggraini mengatakan belum ada penelitian yang pasti, namun masalah gizi anak di Indonesia telah menimbulkan gejala yang parah pada anak yang terpapar Covid -19. Banyak orang kurus, kelebihan berat badan, dan pendek. Kami tidak tahu harus berbuat apa. Semua ini perlu dipertimbangkan. Anggraini .

Baca: 5 nutrisi penunjang kecerdasan otak anak ini tetap diberikan setiap hari di rumah

kemudian faktor lingkungan juga akan memperburuk kondisi anak, misalnya karena orang tua anak merokok dan anak menjadi perokok pasif Anggraini menyimpulkan: “Ini berarti penyakit Covid-19 akan menyerang saluran pernafasan dan menghancurkan air di paru-paru.” “Ada orang dewasa di rumahnya yang merokok dan mereka tidak menyadari bahwa anak-anak mereka adalah perokok pasif.

Di saat yang sama, selama ini Covid-19 sudah menyebar luas ke masyarakat, karena tidak ada kegiatan sekolah, anak-anak masih ada di rumah, oleh karena itu dr Anggraini mengimbau para orang tua yang meninggalkan rumah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak dan kenakan topeng.

“Orang tua harus menjadi panutan ketika keluar rumah dan tidak langsung mencium anak atau menonton TV. Sebaliknya mandi lalu berganti pakaian agar anak tetap sehat,” tutup dr Angriini.

Leave A Comment