Sakit kepala pada anak tidak bisa dihilangkan, apalagi bila disertai rasa sakit dan muntah

2020-12-04

Reporter Tribunnews.com Jakarta Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sakit kepala berupa nyeri atau pusing bisa terjadi pada anak kecil, bahkan bisa terjadi pada anak di bawah usia dua tahun. Ahli saraf anak. Lies Dewi Nurmalia, Sp (A) k menjelaskan bahwa 6% sakit kepala anak disebabkan oleh struktur otak yang tidak normal, dan sisanya 94% disebabkan oleh aktivitas pembuluh darah otak. — Jika kepala dokter tidak memiliki riwayat kesehatan yang abnormal. Kebohongan mengatakan dia tidak terlalu khawatir.

Namun, harus ada tanda yang mengingatkan orang tua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit. Kalau untuk anak di bawah dua tahun, mereka masih belum bisa bicara.

Membaca: Puluhan Warga Sakit, Pusing, Muntah, Diduga Keracunan Usai Makan Pernikahan

Bacaan: Anak-anak Menatap Gadget dan Terlalu Lama Menonton Layar Awas Sakit Kepala, Ini Rahasia Mengatasinya- “Lihat Lihat apakah rasa sakit Anda begitu menyusahkan sehingga membangunkan anak Anda dari malam hari, dan Anda dapat segera mencari pertolongan medis, “kata dokter tersebut. Berbaring sambil tinggal bersama IDAI pada Selasa (7/7/2020).

Kemudian, jika sakit kepala disertai dengan muntah, bahkan jika kepala anak terbentur karena sakit parah, ia harus memeriksakan diri ke dokter.

Perhatikan juga ritme nyeri, artinya jika frekuensi muntah berkurang lebih banyak, misalnya muntah pertama adalah waktu istirahat dua jam, kemudian muntah berikutnya akan berjarak satu jam, dan muntah berikutnya akan lebih banyak Singkat .

“Jika pagi hari disertai dengan muntah, dan sakit kepala sebelumnya disertai mual dan sakit kepala, hanya perlu satu kali pemeriksaan.” Berbaring-anak yang sakit kepala dan tidak mengangkat telepon, matanya kabur Atau anak itu lemah, dia harus segera dibawa ke rumah sakit.

Leave A Comment