Obat herbal untuk pasien Covid-19 ringan dengan gejala sedang berdasarkan jahe merah dan jamur cordyceps

2020-12-04

Liputan reporter berita Tribunnews, Larasati Dyah Utami-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Indonesia saat ini tengah mengembangkan obat-obatan herbal untuk penderita gejala Covid-19 ringan.

Peneliti Inggrid Tania, Ketua Ikatan Dokter Indonesia dan Pejabat Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu (PDPOTJI), saat ini sedang melakukan uji klinis imunomodulator herbal.

Salah satu isi pokok penelitian imunitas ini adalah modulatornya adalah jamu asli Indonesia.

“Kami telah melakukan uji klinis imunomodulator herbal bersama LIPI, PDPOTJI, Kalbe Farma UGM, salah satunya dari Indonesia. Ditargetkan pada Covid-19 dengan gejala ringan dan mendapat perawatan di kalangan atlet Sabar, ”kata Inggrid dalam wawancara dengan Trijaya FM, Sabtu (10 Oktober 2020). -Inggrid menjelaskan bahwa bentuk jamu Indonesia berasal dari ekstrak beberapa jamu yang dimasukkan dalam sediaan kapsul, seperti Jahe Merah, Samadhi, Menilan dan Sembung.

Baca: Tanggapan Fadli Zon Atas Pernyataan Mahfud MD Soal DK. Juara I Covid-19, Judulnya Bilang Kasihan

Sementara itu, imunomodulator lain yang diteliti adalah jamur obat Cordyceps, padang rumput Cordyceps diproduksi di Tibet, tetapi telah diproduksi sendiri melalui kultur jaringan. – -Dia menunjukkan bahwa keduanya masih menjalani uji klinis.

“Jangan sampai kami membuat pernyataan tentang klaim tersebut, kami sedang bekerja keras untuk mencegah klaim ini,” ujarnya-Ingrid mengatakan uji klinis ini untuk imunomodulator herbal di Indonesia terhadap Covid-19. Uji klinis pertama. — Menurutnya, uji klinis tersebut masih dalam proses dan dilaksanakan bekerjasama dengan Badan POM (BPOM). 19 pasien di antara para atlet sudah berakhir, kami sekarang verifikasi data fase netral, dan kemudian kami akan menggunakan metode double-blind untuk menganalisis statistik untuk mengungkap titik-titik buta, “katanya. Sedang dalam pengembangan.

Setelah penguncian dan analisis statistik , Hasil penelitian yang baru dapat dibuka dan dilaporkan ke BPOM.

“Kami berharap hasilnya sangat bagus, dan diharapkan secara ilmiah dapat dibuktikan manfaat, khasiat dan keamanannya,” ujarnya.

Leave A Comment