BPOM bersiap membahas regulasi untuk susu kental manis

2020-12-04

Reporter Tribunnews.com Laporan Eko Sutriyanto-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersiap membahas aturan pokok BPOM (Perka) Nomor 31 Tahun 2018, menyangkut pangan olahan, khususnya susu kental manis ( SKM). ), hal ini dinilai tidak konsisten dalam banyak aspek dan menimbulkan berbagai penjelasan.Tak hanya itu, BPOM juga berjanji akan lebih giat mempromosikan kepada masyarakat bahwa SKM bukan susu. – Komunikasi pangan olahan BPOM Sampai saat ini. Panitera Anisyah pada acara webinar “BPOM # 31 Diskusi Terbatas Dua Tahun 2018: Pemerintah Bahagia Jaga Susu Kental Manis” yang baru saja diselenggarakan oleh KOPMAS. Konsumen, pemerintah dan media. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjaga ketahanan pangan di Indonesia, ”ujarnya terkait iklan pangan yang mengganggu sosial dan terkait regulasi yang perlu ditingkatkan. -Rizal, Koordinator Komite Publisitas Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) E Halim sangat menyayangkan istilah susu kental manis yang masih banyak digunakan dalam Perka BPOM # 2018 Edisi 31.

Ia melihat masalah ketidaksesuaian antara regulasi dan regulasi sehingga dapat menimbulkan berbagai penjelasan di masyarakat. -Dia mencontohkan isi pasal 53 Perka BPOM 31/2018 yang seolah-olah membolehkan bayi usia 13 bulan mengonsumsi SKM. Seperti kita ketahui bersama, pasal 53 “Perka BPOM” (salah satunya mengatur label produk SKM) Harus mengandung tulisan “tidak berlaku untuk bayi di bawah 12 bulan”). Pada saat yang sama, Pasal 67 mengatur bahwa usia tersebut adalah 5 tahun.

Leave A Comment