Fetish kain Viral Jarik, dokter menjelaskan istilah fetish dan bahayanya

2020-12-05

Tribunnews.com di Jakarta, Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy mengabarkan — selama beberapa hari ini, seorang pelajar di Surabaya dikejutkan dengan fenomena “fetishisme kain jarik”. Di media sosial, Gilang mengatakan perlakuan aneh Gilang membuat para korbannya ingin dibungkus dengan kain lap.

Demi mencari korban, Gilang mengaku tengah mempelajari pengemasan jenazah untuk memenuhi kebutuhan perguruan tinggi. : Fad Gilang Kain Jarik Yang Lain Terungkap Korban: Ketika literasi diliput-lalu, setelah peristiwa Gilang, apa trend istilah fetish?

Dr Alvina Sp.KJ psikiater RS ​​Primaya Bekasi Barat menjelaskan bahwa fetish adalah seseorang yang menggunakan benda mati sebagai rangsangan seksual. Gunakan benda mati sebagai benda untuk merangsang rangsangan seksual. Pernyataan tertulisnya disetujui Alvina pada Jumat (31/7/2020).

Bacaan: Siswa Membuat Fetish Kain Jarik Ini Sanksi Tidak Etis – Untuk Didiagnosis Fetisisme, Fantasi atau Perilaku Seksual seseorang harus intens atau diulang selama lebih dari enam bulan dan tidak melibatkan Benda hidup atau organ non genital.

Jenis fetish ini dapat menyebabkan stres dan membuat penyerang terkena gangguan sosial, profesional, dan kepribadian.

“Pengaruhnya buruk terhadap fetish person. Orang tersebut telah menarik diri dari lingkungan sosial karena disfungsi sosial, atau tidak dapat bekerja karena hambatan fetisisme.” Alvina, Sp.KJ mengatakan.

Baca: Sadar Diganggu Aktor Jarik Cloth Fetish, Kenapa Korban Tidak Melapor ke Polisi?

Dr. Alvina mengungkapkan bahwa fetisisme dapat disertai dengan gangguan jiwa lain, misalnya orang tersebut juga mengalami depresi dan gangguan mood lainnya, gangguan kecemasan atau penyakit jiwa. Kesimpulan: “Penyakit itu sendiri melibatkan benda mati, dan biasanya ada rasa kemandirian, jadi ada sedikit konfrontasi langsung.” Elvina.

Leave A Comment