Penemuan oleh ilmuwan Amerika dan Indonesia dapat mencegah dan mengobati ambliopia dan kebutaan

2020-12-05

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tunanetra pada anak penderita ambliopia biasanya berujung pada cacat mata permanen.

Penemuan terbaru Dr Taruna Ikrar yang diterbitkan dalam jurnal internasional “Current Biology” membawa harapan bagi pencegahan penyakit ini – para peneliti telah mengidentifikasi neuron penghambat, yang penting untuk pengembangan keterampilan visual anak-anak. Penting. Melalui penemuan bahwa neuron penghambat memainkan peran kunci dalam memediasi bagian penting dari perkembangan penglihatan.

Penelitian ini juga berhasil menemukan struktur korteks visual plastik dominan okular yang terletak di lapisan ke-4 otak.

Taruna Ikrar, seorang ilmuwan dari Indonesia, adalah seorang profesor dan kepala Pusat Penelitian Otak di California Pacific Health Sciences University (PHSU), dan anggota American Academy of Clinical Pharmacology (ACCP) , Amerika Serikat.

Penemuan ini merupakan hasil penelitian bersama dengan ilmuwan dari University of California, Irvine dan University of Louisiana. Mereka telah menemukan metode baru yang dapat meningkatkan penglihatan anak dengan kelemahan yang dapat menyebabkan kebutaan kendala. : Bahaya bermain game di tempat gelap yang sering terabaikan dapat menyebabkan kebutaan dan penyakit otak-bahkan tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin agar gangguan penglihatan anak dapat dikurangi di kemudian hari.

Bacaan: Bubuk Masukka n Silica dalam botol bayi. Bocah Tionghoa ini menderita kebutaan permanen. Diketahui bahwa anak-anak penderita ambliopia dan tunanetra akibat kerusakan saraf optik selama perkembangan bahkan setelah operasi Atau memperbaiki sumbu ambliopia juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen (gangguan membaca: perbanyak penggunaan handphone, berikut ini tips menjaga kesehatan mata saat menggunakan smartphone-kerusakan ini biasanya karena perkembangan otak yang buruk Disebabkan, dengan kata lain, kesalahan dapat mengembangkan sistem saraf pada tahap tumbuh kembang anak.

Demikian pula akibat lemahnya penglihatan pada masa kanak-kanak. Sebaliknya pada saat dewasa mengidap katarak maka dilakukan koreksi penglihatan atau pemulihan penglihatan. Bedah .

Membaca: Tips dan cara menggunakan smartphone untuk menjaga kesehatan mata

Leave A Comment