Nasihat dari ahli paru ketika informasi yang salah tentang Covid-19 tersebar di media sosial

2020-12-05

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ahli paru Erlina Burhan dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUP) menyayangkan informasi palsu seputar Covid-19 beredar di jejaring sosial. -Erlina meyakini informasi palsu akan semakin berbahaya jika masyarakat tidak memahami cara mencegah penyebaran virus corona. Dalam wawancara dengan media, Erlina mengatakan: “Memang benar masyarakat tidak bisa berperan aktif sebagai badan utama pendidikan. Ini memang masalah. Pendidikan hanya disediakan oleh media massa. Bahayanya informasi palsu akan menyebar di media sosial.” Konferensi pers virtual pada Selasa (21/7/2020).

Erlina meyakini jika tidak ada kesadaran publik, upaya media massa untuk memberantas virus corona tidak akan efektif. Usai menjadi juru bicara di layar kaca, Dr. Lisa terus mengedukasi masyarakat tentang pencegahan Covid-19

Baca: Temui Wivid Adisasmito, Juru Bicara Penanganan Covid-19 yang baru, mantan ketua kelompok ahli-hal yang harus diwaspadai masyarakat Salah satunya adalah penyebaran virus corona bisa terjadi di tempat-tempat keramaian.

Misalnya, di kantor, tempat hiburan, tempat transportasi. Artinya jika ada orang maka ada kemungkinan penularan (penyebaran Covid-19).

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memperhatikan pentingnya AIDS. Menerapkan perjanjian sanitasi sambil menerapkan kebiasaan baru.

Dorongan tentang perjanjian sanitasi adalah disiplin orang yang rajin mencuci tangan dengan masker. — Namun, tidak ada keinginan untuk menelepon. Namun menurutnya pengawasan yang efektif juga harus dilakukan.

“Pengawasan waktu nyata dan di tempat”.

“Protein kesehatan adalah mutlak, dan pelaksanaan serta pelaksanaan pekerjaan yang sebenarnya tidak dapat diabaikan, tetapi itu ada” tegasnya.

Leave A Comment