Standar pengobatan Corona memungkinkan keluarga pasien Covid-19 untuk mengajukan klaim

2020-12-06

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Suka atau tidak suka, pandemi corona memang belum berakhir. Indonesia, termasuk seluruh belahan dunia, dibuktikan dengan angka kasus positif yang terus berlanjut setiap harinya. Lantas, bagaimana jika seseorang terinfeksi virus SARS CoV-2?

Pemerintah sendiri telah mengidentifikasi virus korona sebagai penyakit menular yang sedang berkembang (IEP), yang dapat menyebabkan keadaan darurat kesehatan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Menurut Rico Mardiansyah, Direktur Advokasi Hukum dan Humas, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dimungkinkan untuk meminta dana bagi pasien penerima pengobatan PIE, termasuk yang terinfeksi Covid-19, yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan. Mengacu pada keputusan Menteri Kesehatan, “ujarnya Jumat (24/7/2020).

Peraturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia HK.01 / 07 / Menkes / 446/2020, yang mengatur tentang rumah sakit. Pedoman teknis klaim pasien penyakit menular tertentu yang sedang berkembang memberikan pelayanan untuk Penyakit Virus Corona tahun 2019 (Covid-19).

Standar Rawat Jalan

a. Pasien yang diduga menderita atau tanpa penyakit penyerta harus dilampirkan Terdapat bukti pemeriksaan darah rutin dan rontgen dada. -Wanita hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu (misalnya, kondisi yang tidak dapat dirontgen) tidak termasuk rontgen dada. -Pasien sakit jiwa, pasien gelisah hingga dada Foto yang dikeluarkan telah disertifikasi dengan sertifikat DPJP.

b. Penderita yang terkonfirmasi Covid-19 dengan atau tanpa penyakit penyerta atau penyakit penyerta harus melampirkan bukti hasil uji laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau institusi kesehatan lain

Standar Rumah Sakit

Leave A Comment