Mengunyah permen karet tidak dapat menghentikan orang untuk merokok

2020-12-06

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Belakangan ini, rokok elektrik menjadi salah satu alternatif bagi perokok tradisional untuk menghindari rokok.

Sejauh mana hipotesis ini benar, banyak penelitian dapat menemukan jawabannya.

Dalam 10 tahun terakhir, ada banyak penelitian yang dipublikasikan tentang rokok elektronik (juga dikenal sebagai rokok elektronik) di seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa poin penting dari penelitian tentang rokok elektrik:

1. Rokok elektrik membantu berhenti merokok

Penelitian yang dilakukan oleh grup, Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Otago di Selandia Baru menyatakan bahwa 78% orang berpikir Merokok secara otomatis akan membantu mereka berhenti dari rokok tradisional. -Peneliti utama Profesor Richard Edwards mengatakan bahwa antara tahun 2016 dan 2018, kesadaran dan penggunaan rokok elektrik sipil telah meningkat. . Sejak itu, mereka memutuskan untuk berhenti merokok dengan cara tradisional.

Lihat juga: Para pengunjuk rasa yang menentang penciptaan lapangan kerja mencium tangan Marinir dan permintaan untuk merokok

Penelitian ini adalah bagian dari proyek untuk mengevaluasi kebijakan pengendalian tembakau internasional Selandia Baru. Survei ini mencakup periode 2016 hingga 2017 Antara 1.155 orang dan 1.020 orang pada 2018. Ulasan Cochrane terhadap 50 penelitian yang diterbitkan pada Oktober 2020 juga menemukan bahwa rokok elektrik lebih mungkin meningkatkan peluang keberhasilan penghentian merokok daripada permen karet atau koyo nikotin. –2 Risiko rokok elektronik dibandingkan dengan rokok tradisional – Sebuah studi yang dipublikasikan pada European Tobacco or Health Conference pada tahun 2011 menunjukkan bahwa rokok elektronik lebih aman daripada rokok tradisional.

Leave A Comment