Dalam rangka pengendalian operasi caesar, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan tim KMKB

2020-12-06

Sekitar 80% dari pengeluaran TRIBUNNEWS.COM-JKN-KIS adalah untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit, sedangkan 20% untuk fasilitas kesehatan dasar (FKTP). Kesehatan Maya Amiarny Rusady, Direktur BPJS Medicare, mengungkapkan hal tersebut pada rapat Tim Pengendalian Mutu dan Biaya Nasional (TKMKB) 2020, Selasa (01/09).

Terus memberikan dana untuk program JKN-KIS setiap tahun. meningkatkan. Dari 42,7 triliun rupiah pada 2014 menjadi 108,7 triliun rupiah pada 2019. Operasi caesar merupakan salah satu pelayanan JKN-KIS yang terus meningkat dari tahun ke tahun. tahun. Pada 2019, rumah sakit mencatat 608.994 operasi caesar, sedangkan persalinan normal FKTP mencatat 1.066.559 operasi. Dari total 1.675.553 operasi manual, operasi seksio sesarea mencapai 36%. Maya mengatakan: “Ada pedoman / standar yang menentukan penggunaan alat-alat tersebut untuk operasi caesar untuk review penggunaan dan review medis.” Selain itu, guna memantau angka-angka tersebut, Maya terus menerapkan sistem kendali mutu pelayanan jaminan kesehatan yang harus dilaksanakan. Secara umum mencakup pemenuhan standar mutu institusi kesehatan, memastikan bahwa proses pelayanan kesehatan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, dan pemantauan hasil kesehatan peserta. Salah satunya dengan memperkuat peran Tim Pengendalian Mutu dan Pengendalian Biaya (TKMKB).

“TKMKB terdiri dari organisasi profesi, ahli klinis dan akademisi di berbagai bidang keilmuan, harus menjadi kelompok yang mandiri dan menjadi wadah komunikasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan utama termasuk institusi kesehatan, pemerintah dan BPJS Kesehatan. Untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diperoleh peserta JKN-KIS berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BPJS Kesehatan akan merumuskan strategi pada tahun 2020 untuk “mengontrol kualitas dan biaya pelayanan kesehatan dengan memperkuat peran TKMKB,” kata Maya. –Di saat yang sama, Dr. Adang Bachtiar, Ketua TKMKB Pusat, mengatakan tingginya jumlah operasi caesar mungkin karena minimnya fasilitas untuk merekomendasikan pemeriksaan.1 Meskipun rumah sakit BPJS Kesehatan memang menyediakan rujukan non ahli, yaitu jaringan dari FKTP hingga bidan, dll. Pelayanan medis (FKTP) yang diberikan ke rumah sakit banyak faktor, seperti pelayanan di FKTP yang kurang memuaskan, atau pasien merasa lebih aman saat melahirkan di rumah sakit. Bisa juga karena pasien disertai penyakit dan memerlukan penanganan khusus. Artinya hal ini Ini masalah besar yang perlu diselesaikan bersama. KMKB sendiri telah mendorong para sarjana menggunakan pemerintah sebagai regulator untuk mengkaji fenomena ini. Harapannya bisa memberikan solusi bagi semua orang, termasuk pasien, BPJS Kesehatan, tenaga medis dan institusi kesehatan itu sendiri, ”ujarnya. , Presiden. Dokter dari Ikatan Dokter Ahli Kandungan dan Ginekolog Indonesia. Ari Kusuma Januarto menyampaikan bahwa TKMKB pusat dan daerah berperan dalam mendorong dan meningkatkan kualitas pelayanan persalinan di FKTP dan rumah sakit. Layanan persalinan dan layanan kehamilan di bawah kerjasama dan dukungan antar departemen: “Dampak terhadap kesehatan ibu dan anak diharapkan menjadi lebih baik.”

Leave A Comment