Paparan polusi udara pada ibu hamil dapat memengaruhi berat badan lahir, dan bayi dapat lahir prematur

2020-12-11

Laporan Wartakotalive.com reporter Lilis Setyaningsih-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna, faktor eksternal yang mempengaruhi kesehatan akan berdampak besar pada bayi.

Dalam polusi udara, misalnya, bayi paling terancam. Dari masalah kesehatan hingga kematian.

Penelitian global menunjukkan bahwa polusi udara adalah risiko kematian terbesar keempat di dunia.

Analisis komprehensif pertama tentang dampak global pencemaran rumah tangga mengakibatkan hampir setengah juta kematian bayi di bulan pertama kehidupan.

Laporan “State of the Global Air 2020” (SoGA 2020) terbaru yang dirilis oleh Institute of Health Impact dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME2) dari University of Washington dan University of British Columbia menemukan bahwa ribuan bayi Hampir dua pertiga kematian terkait dengan penggunaan bahan bakar padat seperti arang, kayu dan kotoran hewan.

Harap Baca Juga: Bayi Prematur Disambut Hangat oleh Awak Pesawat di Pesawat Ini

Baca Juga: ASI Baik untuk Mengurangi Rasa Mual pada Tulang di Awal Kehamilan

Tidak hanya itu, tapi juga bisa Paparan jangka panjang dan jangka panjang terhadap polusi udara luar dan dalam negeri juga telah memperburuk lebih dari 6,7 juta kematian di seluruh dunia karena stroke, penyakit jantung, diabetes, kanker paru-paru, penyakit paru-paru kronis, dan penyakit neonatal setiap tahun. 2019 .

Untuk bayi kecil, sebagian besar kematian disebabkan oleh komplikasi yang disebabkan oleh berat badan rendah dan kelahiran prematur.

Secara umum, polusi udara kini telah menjadi penyebab kematian keempat di antara semua risiko kesehatan. Menurut laporan tahunan SoGA 2020, peringkat tersebut berada di urutan kedua setelah jumlah kematian akibat merokok dan pola makan yang tidak sehat.

Leave A Comment