Dengan JKN-KIS, anak-anak di Dzakwan dapat menjalani kemoterapi secara rutin

2020-12-11

TRIBUNNEWS.COM-Erik Eko Cahyono (35 tahun) sangat bersyukur bisa mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 2014. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya proyek JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. .

Ia menceritakan pengalaman anaknya saat sakit, saat itu anak satu-satunya berusia sekitar 2 tahun, ditemukan bercak merah di sekujur tubuhnya, ia diperiksa oleh seorang dokter di kota kediri tempat tinggal anak tersebut. , Tapi belum dipulihkan. Balita tersebut dibawa ke RSUD Kota Malang.

Sejak saat itu, diketahui bahwa anak ini bernama Mo Qi. Dzakwan Azhar menderita kanker darah stadium 2. Saat itu, tubuh mungilnya mulai merawatnya karena Dzakwan tidak mau makan karena badannya sedang sakit. Kondisi bayi semakin memburuk. Dokter di rumah sakit swasta memberi tahu Eric bahwa jika perawatan yang dibutuhkan putranya tidak berumur pendek, itu akan memakan waktu dan itu masih berlangsung. Ia akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan keluarganya dan menjadi peserta JKN-KIS. Dia segera mendaftar dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan dan memperoleh informasi dari tetangganya. Pria paruh baya itu menjelaskan sesuai dengan prosedur yang ada, saya mencoba menggunakan kartu JKN-KIS yang saya peroleh.

Karena menggunakan kartu JKN-KIS, maka anak-anak Dzakwan bebas. Seluruh keluarga Erik yang menjadi peserta JKN-KIS ini sangat diuntungkan. Selama ini biaya yang dikeluarkannya tidak bisa dibandingkan dengan biaya pengobatan anak-anaknya. Ia juga berharap masyarakat menyadari pentingnya jaminan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.

“Bagi saya pakai JKN-KIS itu seperti menyelamatkan pasien. Kalau saya ingat benar, itu sistemnya,” kata Erik. Tunjukkan kartu JKN-KIS putra Anda. (*)

Leave A Comment