Sebelum menemukan obatnya, presiden IDI tersebut mengatakan gejala dan pengobatan dinamika Covid-19

2020-12-13

Jakarta, Reporter TRIBUNNEWS.COM Apfia Tioconny Billy melaporkan-Virus Corona (Covid-19) masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi banyak negara termasuk Indonesia. Jumlah kasus terus meningkat.

Daeng M Faqih, Presiden Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan, Covid-19 merupakan virus baru, sehingga para ahli dan ahli masih mempelajari detail virus tersebut. Itu akan berlangsung di Wuhan, China pada akhir 2019. Kata Daeng saat webinar Betadine: Senin (01/06/2020).

Bacaan: Update Corona di Indonesia 1 Juni 2020: Puncak dan Palung Kasus Covid-19 di 10 Provinsi– –Daen mencontohkan pada tahap awal penyebaran Covid-19, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penularannya hanya tetesan air kasar atau tangan yang terkontaminasi yang menyentuh wajah.

Semen Bagaimanapun, menurut penelitian terbaru, virus juga dapat ditularkan melalui aerosol atau dapat bertahan hidup di udara.

“Akhir-akhir ini (penyebaran) telah berubah menjadi disebabkan oleh udara, termasuk udara dan udara, meskipun beberapa orang mengatakan tidak, meskipun mereka mengatakan tidak. Terakhir melalui udara,” kata dokter tersebut. Daeng .

Dari segi pengobatan, kata dr Daeng tentunya mungkin ada perubahan, karena selama ini belum ada obat atau jenis vaksin untuk Covid-19. – “Dulu, obat antivirusnya adalah Avegan. Saat itu, Avegan muncul. Menurut laporan, negara kami membeli remdesivir. Kemudian meminta penggunaan chloroquine, yang sekarang ditarik,” kata Daeng.

“Ini karena obat berbasis bukti belum diidentifikasi, karena tindakan paling masuk akal untuk mencegah infeksi belum ditemukan,” Daeng menyimpulkan.

Leave A Comment