Sekitar 70% kekebalan tubuh bergantung pada kesehatan usus

2020-12-13

TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi yang semakin mengkhawatirkan, berbagai cara harus dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Seperti kita ketahui bersama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, selain mencuci tangan dengan bersih dan benar, karena kekebalan tubuh, virus Covid-19 bisa sembuh sendiri.

Ketika virus memasuki tubuh manusia, tubuh manusia akan mengenalinya sebagai musuh. Saat tubuh mencoba melawan virus, gejala seperti demam, batuk kering, dan sesak napas muncul. Di sinilah kita membutuhkan antibodi yang kuat.

Sistem pencernaan yang sehat, kekebalan yang kuat

Vitamin C dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tetapi dokter dan ahli gizi komunitas adalah PhD. Tan Shot Yen mengatakan vitamin C saja tidak cukup untuk melindungi dari virus corona.

Selain pola makan yang sehat, olahraga dan tidur yang cukup, Anda juga perlu menjaga sistem pencernaan Anda.

Berdasarkan tinjauan penelitian yang diterbitkan di Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi. National Library of Medicine menunjukkan bahwa flora usus di saluran pencernaan dapat membawa manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk mengatur keseimbangan kekebalan.

Setidaknya satu saluran pencernaan yang sehat menyumbang hampir 70% dari kesehatan manusia. Seluruh sistem kekebalan.

Selanjutnya, apa hubungan antara usus dan kekebalan tubuh?

Tubuh manusia membutuhkan bakteri baik di usus untuk melindungi sistem pencernaan. Jika usus sehat-menghindari sembelit atau diare-untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi dan menjaga sistem kekebalan tubuh terbaik di usus, tidak ada penyakit. Akan mudah diserang. Selain itu, serat juga memberikan kontribusi bagi kesehatan usus, karena membantu menghilangkan sisa makanan dari usus pada tinja. Serat bisa kita dapatkan dari biji-bijian, kacang-kacangan, beras merah, buah-buahan dan sayuran. Namun, sebagian orang merasa kesulitan untuk mengonsumsi serat tersebut.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Direkomendasikan bagi masyarakat Indonesia, setidaknya tubuh manusia perlu mengonsumsi 28-37 gram serat per hari.

Bersamaan dengan itu, menurut hasil penelitian kesehatan dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi 95,5% buah dan sayur (serat) penduduk Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2018. data. Pada tahun 2001, masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi ± 10 gram serat per hari.

Sekarang ada cara enak untuk memenuhi kebutuhan serat. Enesis Group meluncurkan Scrubber, yaitu minuman jus jeruk bubuk dengan berbagai serat dan bakteri baik, yang dapat memenuhi kebutuhan serat harian dan membantu kesehatan pencernaan.

Yang terpenting orange scrubber yang fresh bukan es krim jeruk biasa, karena mengandung bakteri baik Bacillus coagulans yang unik di usus, dan makanan bakteri baik di usus yaitu oligosakarida. Ini berguna untuk membantu melawan bakteri. Usus buruk. Selain itu scrubber juga mengandung berbagai macam serat yaitu polydextrose dan plantain yang dapat membantu menghilangkan sisa makanan dari usus.

Bahkan jika Anda menjaga usus Anda tetap sehat, jangan khawatir. Hanya #dirumahaja!

Penulis: Dana Delani

Leave A Comment