Anak-anak yang kelebihan berat badan berisiko terkena mikropenis

2020-12-13

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas berisiko memiliki penis kecil atau penis pendek. Binsar Martin Sinaga FIAS mengatakan bahwa bahkan 80% hingga 90% anak-anak obesitas berisiko terkena mikropenis.

“Persentasenya mungkin 80% sampai 90% pensil miniatur terjadi pada anak-anak obesitas,” ujarnya. Kata dokter, bincang-bincang pendidikan seks langsung Binsar di Tribunnews.com, Jumat (17/7/2020) -jadi mengapa anak-anak obesitas berisiko mengembangkan penis kecil?

Dr Binsar menjelaskan bahwa obesitas disebabkan oleh makan berlebihan, terutama pada anak-anak yang biasanya suka menyantap olahan ayam pedaging, baik yang digoreng dengan tepung maupun dijadikan bongkahan emas. Ini adalah langkah praktis untuk menyelesaikan masalah-baca: Ribuan hewan mirip penis tersapu bersih di pantai di California, dan inilah yang terjadi-jika Anda makan banyak ayam pedaging, estrogen Levelnya akan dikurangi. Meningkatkan dan menurunkan hormon testosteron atau hormon pria yang membantu perkembangan penis.

“Hormon testosteron pada anak laki-laki seharusnya banyak, tapi estrogennya banyak. Karena itu, obesitas bukan berarti lucu, tapi kalau obesitas tidak berbahaya. Jangan sampai penis membesar,” Binsar (Binsar).

Faktanya, jika anak dikompres sebelum usia 13 tahun, masalah mikropenis anak dapat disembuhkan. Binsar menasihati para orang tua bahwa anaknya gemuk, penis anak mereka pendek, dan penis anak tidak ereksi di pagi hari, mohon segera ke dokter.

Masalah penis kecil yang belum terselesaikan sangat berbahaya bagi kehidupan anak. Orang dewasa, karena ketidaksuburan akan mempengaruhi kepercayaan diri.

“Neoprene adalah penyakit yang menyerang anak di bawah usia 13 tahun. Jika kita melebihi usia 13 tahun, kita tidak akan bisa mengatasinya. Tidak ada lagi pengobatan tunggal”, pungkas dokter tersebut. Binsar

Leave A Comment