Selama pandemi, orang harus menangani masalah nutrisi dan makan dengan hati-hati dan bijaksana

2020-12-14

Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Choirul Arifin-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan jeli mencermati isu gizi dan pangan selama pandemi Covid-19. — Pemerintah juga bekerja keras mendukung penyebaran informasi kesehatan untuk menghindari hoax (informasi palsu).

Kedua hal tersebut telah dibahas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI dalam webinar “Masalah Gizi Menengah”. Pandemi: Menelaah Fakta di Balik Pemberitaan “, digelar Pana Comm, Jumat (28/8/2020). -Dra. Asisten Pengawas Pangan Olahan BPOM Reri Indriani, M.Sc. mengatakan, Januari 2020 hingga 2020 Selama Juli, disarankan menarik sekitar 5.800 makanan olahan. Makanan olahan, termasuk produk peningkat daya tahan tubuh dan produk yang diklaim tahan Covid-19, “kata Lili.

Sejak 2019, BPOM aktif mencanangkan rencana nasional “pengecekan (pengemasan, pelabelan, izin edar, tanggal kadaluarsa) sebelum berbelanja.” Reri berharap masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dan berdedikasi serta terhindar dari pranks.

Baca: Senin (Kamis) baca Maksud Puasa: Penuh Makna dan Manfaat Kesehatan

“Setiap produk BPOM yang telah dievaluasi izin edarnya masih dalam pengawasan BPOM, termasuk keamanan, mutu dan gizi. , Seperti air minum dalam kemasan, susu kental manis, dan lain-lain, agar dapat dimakan dengan aman. Direktur Biro Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Massachusetts mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek keakuratan informasi kesehatan dan menggunakan sumber daya Kementerian Kesehatan serta jejaring media sosial. ”

Universitas Indonesia Pakar komunikasi kesehatan masyarakat Dr. Dien Anshari mengimbau masyarakat untuk rajin memverifikasi label nutrisi pada kemasan makanan olahan. “Kita harus selalu mengecek informasi nutrisi pada kemasan produk dan menyesuaikan asupannya dengan kebutuhan individu.

Leave A Comment