Bisakah Red Jahe, Meniran dan Empon-empon benar-benar mengobati coronavirus? Sekarang herbal telah diuji secara klinis

2020-07-09

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Herbal biasanya lebih disukai, terutama ketika virus korona atau covid-19 adalah endemik. Obat herbal untuk mengobati atau mencegah.

Bisakah herbal benar-benar mengobati covid-19?

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah memulai uji klinis obat-obatan herbal dari keanekaragaman hayati Indonesia sebagai produk imunomodulator untuk mengobati pasien Covid-19 yang dikoordinasi oleh Covid-19 Research and Technology / Alliance BRIN. Direktur PT mengatakan: “Kalbe berkomitmen untuk mendukung pemerintah dengan produk herbal Kalbe untuk mengatasi dan mengatasi Covid-19, salah satunya adalah melalui inovasi dan penelitian obat herbal sebagai agen imunosupresif untuk perawatan pasien Covid-19.” Kalbe Farma Tbk Sie Djohan dalam siaran pers yang dikutip, Jumat (12 Juni 2020). Dia mengatakan bahwa uji klinis meliputi 2 produk, yaitu produk yang terbuat dari Cordyceps sinensis dan Cordyceps sinensis, dan kombinasi herbal yang dibuat dengan ekstrak jahe merah, galacto, kepahitan dan obat herbal Cina.

“Jamur Cordyceps dianggap melindungi sistem kekebalan tubuh dan mengobati penyakit pernapasan. Cordyceps, sebagai tanaman obat tradisional, mengandung banyak nutrisi seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak dan mineral dan bahan aktif: cordycepin dan adenosine, “katanya. – “Bahan herbal alami Indonesia dianggap dapat menjaga daya tahan tubuh”, lanjutnya.

Uji klinis ini merupakan kolaborasi antara Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe dari Universitas Jakarta Madagaskar (UGM) di India dan Asosiasi Dokter Pengembangan Obat Tradisional Cina (PDPOTJI) dari Indonesia. Sebagai koordinator uji klinis obat herbal Indonesia, ia juga melakukan uji klinis di Rumah Sakit Darurat Wisma bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Atlet ini didukung oleh Perhimpunan Ahli Pulmonologi Indonesia (PDPI), Pusat Kesehatan Militer Indonesia dan Kementerian Kesehatan Litbangkes.

Uji klinis dimulai awal minggu ini (8 Juni 2020) dan diharapkan akan selesai pada Agustus 2020. Penelitian ini didasarkan pada khasiat, keamanan, nilai kandungan lokal dan ketersediaan bahan baku

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan produk herbal ini dengan membantu memperkuat kekebalan tubuh, dan dalam waktu normal bermanfaat untuk menjaga produktivitas, “.

artikel yang diterbitkan di Kompas.com, berjudul” Kalbe Farma Covid-19 uji klinis obat herbal “oleh: Kiki Safitri

Leave A Comment