Saat ini terdapat 3,2 juta anak perokok, dan Bappenas memperkirakan pada tahun 2030

2020-12-17

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Perokok usia muda Indonesia diperkirakan akan meningkat setiap tahun.

Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah anak perokok usia 10 tahun akan mencapai 16% di 18 negara / kawasan. 9/2020) .

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka merokok pada penduduk usia 10 tahun meningkat dari 28,8% pada 2013 menjadi 29,3% pada 2018. : Pengamat: Indonesia harus terus menyederhanakan tarif pajak konsumsi rokok-saat ini, merokok bukan hanya menjadi masalah bagi orang dewasa, tetapi juga semakin sering terjadi pada anak-anak dan remaja.Penduduk usia 10-18 tahun, yaitu pada tahun 2013 (7,2%) ) Menjadi 1,9% pada 2018 (“(Kata Cut Putri, berdasarkan 9,1%).” – Di saat yang sama, Lisda Sundari dari Yayasan Lentera Anak menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 3,2 juta anak perokok di Indonesia.

Baca: Ini Perusahaan rokok elektrik menggunakan pemindai perawatan wajah untuk mencegah anak-anak berbelanja- “Jika Anda membandingkan seperti ini, diperlukan waktu 24 hari untuk 8.142 pesawat Garuda Boeing 777 untuk mengangkut sekitar 3,2 juta anak perokok. Ini berarti banyak dari kita Merokok anak-anak akan berdampak pada anak-anak. Lisda juga mengatakan: “Menurut bonus demografi pada tahun 2030, kecanduan dimulai dengan coba-coba dan kemudian menjadi bagian dari nikotin dan kecanduan. Dia berkata:“ Kecanduan narkoba dan kecanduan narkoba Kecanduan itu sama. “— Lisda percaya bahwa semakin muda anak mulai merokok, semakin kuat kecanduannya dan semakin sulit berhenti merokok. Tidak produktif,” jelas Lisda.

Leave A Comment