Kisah tiga malaikat kecil yang berjuang

2020-12-18

TRIBUNNEWS.COM-Di usia yang masih sangat belia, anak-anak kerap menghabiskan waktu bermain dengan teman sebayanya. Terlepas dari perbedaannya, pelajari hal-hal baru.

Sayangnya, ia berbeda dengan saudara kandung Mohamed Ethan Kahadi (10) dan Mohamed Azfa Maurid (2,5). Keduanya berasal dari Garut, Jawa Barat, dan menderita penyakit serius antara lain infeksi paru-paru dan radang kulit.

Mereka dipaksa tinggal di rumah dan tidak bisa menghabiskan masa kecil mereka dengan teman-teman. .

Bayi nomor satu Ihsan, ibu Umi Siti Kulsum, mengalami radang kulit sejak tahun 2015. Penyakit kulit ini biasanya membuat anak-anak merasa percaya diri saat bertemu dengan orang lain. Siti Kulsum (Siti Kulsum) menuturkan, saat kambuh, kaki anak menjadi kaku bahkan tidak bisa berjalan. Selain itu, radang kulit ini biasanya mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Berbeda dengan adik Azfa Maulid. Dia menderita infeksi paru-paru dan telah sakit sejak dia berumur seminggu.

Awalnya, anak Anda mengalami demam tinggi dan buang air besar dalam waktu lama, sekitar satu bulan. Tiga bulan kemudian, dokter mendiagnosis Azfa menderita infeksi paru-paru dan diare akut sehingga membutuhkan penanganan khusus. Singkatnya, dia mengatakan bahwa pada Januari 2020 si kecil sudah kambuh. Dia memuntahkan banyak darah karena HB-nya turun dan dia harus menjalani transfusi darah. –Seorang wanita deep fryer menikah dengan pekerja sementara dan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk merawat kedua anaknya. Ketika harus mengurus bayi dan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, keadaan ini membuat beban keuangannya mencekik.

Namun demikian, untuk merawat kedua anaknya, sang ibu telah melakukan segala persiapan. Sebenarnya, tolong perhatikan yang lain. Pasalnya, meski ikut dalam rencana kesehatan pemerintah, dia tetap harus membayar beberapa obat secara mandiri. Ayah Hiero, Andreas, mengatakan bahwa anaknya tidak bisa menangis atau membuka mulut saat dilahirkan.

Menurut dokter setempat, ini karena Shiro memiliki masalah dengan sistem saraf kranial. VI dan VII. Dimana saraf mencegah Hiro untuk mengamati dan mengekspresikan ekspresi.

Dokter juga menjelaskan bahwa kerusakan juga terjadi pada saraf kranial X, saat menelan makanan. Jangan batuk. Tapi tiba-tiba saya sesak nafas, dan nafas saya tiba-tiba berbunyi.

Andreas mengatakan bahwa setiap makanan yang diberikan ke Hero bisa menyebabkan kematian. -Bantuan tiga malaikat kecil-Tiga cerita Ketika tidak ada simpati, malaikat kecil di atas mungkin berbeda. Untungnya, gotong royong antar masyarakat masih terjalin, dan itu berawal dari pengusaha Irwan Hidayat.

Diwakili oleh Wakil Direktur Pemasaran PT Sido Muncul Maria Reviani Hidayat. Ihsan Cahyadi, Azfa Maulid dan Hiro.

Saat mendistribusikan bantuan, perusahaan yang terkenal dengan produknya Tolak Angin dan Tolak Linu bekerja sama dengan BenihBaik.com.

Irwan Hidayat mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan sebesar Rp 42 juta. F Noya menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

“BenihBaik.com diluncurkan tahun lalu. Andy F. Noya menyampaikan bahwa untuk menggalang dana atau crowdfunding bagi pihak yang membutuhkan, Sido Muncul (Sido Muncul) Selalu dukung kami Irwan Hidayat menyampaikan bahwa di kesempatan lain pihaknya telah berkomitmen dalam berbagai kegiatan bakti sosial-Sido Muncul telah banyak melakukan kegiatan bakti sosial, seperti operasi katarak, bibir sumbing dan kanker bebas. Tidak hanya itu, tetapi juga melakukan kegiatan serupa. Kegiatan seperti membantu para lansia, menyumbang uang untuk bencana alam, mudik gratis, dll.

Ia juga mengatakan pihaknya masih mendanai kegiatan sosial setiap tahun. Mendanai kegiatan tersebut.Terakhir, Irwan Hidayat harus usai.

Penulis: Dea Duta Aulia / Penerbit: Dana Delani

Leave A Comment