Kebiasaan baru pendidikan keluarga menentukan pengendalian COVID-19

2020-12-19

TRIBUNNEWS.COM-Pokja Nasional mencontohkan hingga pukul 12.00 WIB pada Minggu (7/6/2020), terdapat 672 kasus baru positif virus corona (Covid-19). Penyebaran virus corona masih terus berlangsung. Tindakan pencegahan merupakan prasyarat untuk keamanan dan produksi komunitas selama pandemi.

Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk COVID-19, mengatakan bahwa pendidikan masyarakat sedang berlangsung dalam upaya pencegahan. Itu adalah faktor penentu keberhasilan pembentukan kebiasaan keluarga baru.

Baca: Politisi Amerika: Ada Bukti China Ganggu Pengembangan Vaksin Corona

Baca: Doni Monardo Cermati Kendala Penatalaksanaan Covid-19 di Kalimantan Selatan

“Jika ada kebiasaan baru ditegakkan untuk semua anggota keluarga di setiap keluarga. Kebiasaan memakai masker, kebiasaan menjaga jarak, dan kebiasaan cuci tangan sudah terbangun. Oleh karena itu, kami yakin akan efektif mengendalikan penyebaran Covid19,” Yuri Anto mengatakan pada konferensi konferensi yang diadakan di Timnas Media Center Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Dia menambahkan, kebiasaan harus datang sepenuhnya dari kesadarannya untuk menghindari COVID-19 Oleh karena itu, pemerintah tidak merekomendasikan ini untuk keamanan publik .– “Kami tidak melakukan ini karena kami diperintahkan oleh lembaga dan daerah. Pekerjaan kami sudah selesai, tetapi kami melakukannya karena itu sepenuhnya adalah hati nurani kami dan karena kami ingin dilindungi dari COVID-19. — “Ini cara berulang kali kami menyebut Anda benar-benar terlibat dalam pengendalian COVID-19. Ini upaya kami untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang masih terus terjadi,” ujarnya.

COVID-19 adalah penyakit menular yang dapat menyebar dari orang yang membawa virus ke orang lain yang mungkin terinfeksi. Upaya keamanan untuk mencegah pengangkatan infeksi.

Leave A Comment