Bagaimana cara mengobati kanker kepala dan leher selama pandemi?

2020-12-21

TRIBUNNEWS.COM-Dokter biasanya merekomendasikan beberapa pengobatan untuk pasien kanker kepala dan leher, di antaranya operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi target.

Namun, selama pandemi virus Corona (Covid-19), penderita kanker kepala dan leher tidak akan mudah mendapat perawatan di rumah sakit.

Karena itu milik orang yang mungkin terinfeksi virus. Soekartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, SpRad (K), OnkRad selaku Koordinator Pelayanan Pembinaan Kanker Menyeluruh (PKaT) RSCM memaparkan hal tersebut dalam webinar bertajuk “Pengobatan Kanker Kepala dan Leher di Masa Normal Baru” Support Center (CISC) dan RSCM Comprehensive Cancer Service Center (PKAT) didukung oleh Merck.

Baca: Penderita kanker di Indonesia diperlakukan sama seperti di negara lain — menurut dia, banyak alasan yang membuat penderita kanker mudah terserang virus Covid-19, salah satunya masalah kekebalan tubuh. — Kekebalan tubuh yang buruk akan membuat penderita kanker rentan terhadap infeksi virus selama pengobatan.

Oleh karena itu, lanjutnya, sangat penting bagi pasien kanker untuk meminimalkan paparan virus dan merekomendasikan kebersihan yang baik.

“Misalnya mencuci tangan secara teratur dan gunakan desinfektan. Untuk menjaga keadaan ini,” kata Profesor Tati.

Ia mengatakan bahwa dibandingkan dengan pasien non-kanker, pasien kanker 3,5 kali lebih mungkin untuk terpapar Covid-19.

Bacaan: Rasanya Enak dan Makanannya Melimpah Ternyata Penyakit Favorit Wanita Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker Serviks Termasuk Penderita Kanker Kepala dan Leher. Mengingat kondisi sistem imunnya, penderita ini sangat mungkin Terinfeksi Covid-19.

Leave A Comment