Anggota DPR mengaku menemukan obat Covid-19 dan meminta Hadi Pranoto melakukan uji klinis untuk menjelaskan penelitiannya

2020-12-23

Laporan wartawan Tribunnews.com Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Nama Hadi Pranoto beredar luas karena penemuan obat Covid-19 dipublikasikan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji melalui akun YouTube miliknya. dari.

Anggota Panitia IX PDI-P Fraksi DPR Rahmad Handoyo angkat bicara soal pernyataan Hadi Pranoto.

“Semoga Hadi Pranoto bisa menjelaskan uji klinis, penelitian, uji sampel, dan riwayat kesehatan lebih jelas. Saya bingung dan bingung,” kata Rahmad yang dihubungi Tribunnews.com, Selasa (4/8/2020). -Menurut Rahmad, semua pihak harus mewaspadai klaim Hadi Pranoto terkait narkoba Covid-19. Karena belum diketahui lamanya pandemi, masyarakat sangat berharap obat bisa menyembuhkan Covid-19.

Membaca: Saya Tak Ingin Pengalaman Pendidikannya Menimbulkan Kontroversi, Hadi Pranoto: Kami Bilang Bilang Tidak Sekolah-Membaca: Bantahan Hadi Pranoto Bilang Kementerian Kesehatan Menetapkan Tidak Ada Covid- 19 Narkoba – Selain Pemerintah – dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Makanan serta Badan Pengawas Obat (BPOM) bereaksi negatif.

“Ayo sekarang” Faktanya, hal itu menimbulkan kontroversi. Mulai dari karakter Hadi Pranoto, gelar sarjana, lalu apakah akan melakukan uji klinis, apakah akan berkomunikasi dengan BPOM, karena obat tersebut sudah banyak beredar di masyarakat. : Anji menerima video wawancara dengan Hadi Pranoto Bodoh, dan tiba-tiba Ariel Trend muncul di Twittter. Ada apa?

Padahal, kata Rahmad, obat harus lolos uji klinis dan harus mendapat izin dari BPOM, dan kekurangannya sama saja dengan tindak pidana.

“Untuk obat yang menggunakan boron sebagai bahan bakunya, hanya minuman yang sudah dibuat atau harus diedarkan kepada masyarakat yang harus memiliki izin. Jika tidak ada izinnya, bahkan obat herbal pun tidak boleh berbuat sesuatu.” Selain itu, obat herbal juga banyak diedarkan ke masyarakat. Atau konsumen harus melalui uji klinis saat dirilis. Karena itu, ini harus menjadi prinsip kehati-hatian.

Leave A Comment