Suplemen dapat mencegah risiko stunting

2020-12-24

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Stunting masih menjadi masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan jika mengatasi stunting saat ini menjadi salah satu tujuan rencana pemerintah. Pada tahun 2020, penanganan akselerasi stunting akan diperluas ke 260 kabupaten / kota pada 2019 menjadi 160 kabupaten / kota. Anak kurang gizi kronis di bawah usia 5 tahun, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Keterlambatan perkembangan mempengaruhi perkembangan otak.

Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kronis di masa dewasa. Terjadi wabah Covid-19-Baca: Peneliti Merial Institute Umakaapa mengatakan di Kongres bahwa dana pencegahan stunting tidak boleh didistribusikan kembali karena telah dimasukkan dalam rencana prioritas mengutip data Bank Dunia 2017 Indonesia adalah anak usia lima tahun keempat di dunia. Negara-negara berikut memiliki jumlah anak stunting terbesar. Angka stunting (balita akibat gizi buruk) di Indonesia hanya sedikit lebih rendah dibandingkan di India, Pakistan, dan Nigeria.

Riset Indonesia tentang Gizi Anak Muda (SSGBI) tahun 2019 menemukan bahwa jumlah anak di Indonesia Proporsi balita yang stunting mencapai 27,67% -ini berarti 6,3 juta dari 23 juta balita di Indonesia mengalami stunting. Angka ini melebihi nilai standar maksimum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%, atau seperlima dari jumlah total balita di suatu negara.

Edward Basilianus SE. MM, CEO Nucleus menyatakan bahwa Nucleus Farma, produsen INAmed (Obat Alami Indonesia), memiliki hak paten ganda untuk mengatasi hambatan pertumbuhan.

Pertama-tama, metode ekstraksi gabus (Channa Striata) digunakan sebagai bahan baku bubuk untuk sediaan obat, kapsul, sachet dan bentuk cair untuk mencegah keterlambatan pertumbuhan pada anak dan melindungi ibu hamil Nomor paten P0020198169

Leave A Comment