Ketua LBM Eijkman mengimbau Indonesia bisa menemukan dan memproduksi vaksin Covid-19

2020-12-24

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Profesor Eijkman, kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM). Amin Soebandrio menyatakan Indonesia harus mampu memproduksi dan memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri.

Profesor Amin menjelaskan bahwa jika ada beberapa negara / kawasan yang berhasil menemukan vaksin maka negara / kawasan tersebut harus diutamakan. Kemudian mereka dapat diberikan ke negara-negara yang tidak dapat memproduksi vaksin.

Jika dihitung, Profesor Amin mengatakan bahwa vaksin yang diproduksi di luar negeri hanya dapat memenuhi 20% kebutuhan Indonesia. Hasil yang menggembirakan, uji coba tahap ketiga mulai 27 Juli 2020- “Fakta membuktikan hanya bisa memenuhi 20% produk luar negeri yang harus memiliki fungsi sendiri dan tidak bisa mengandalkan produk luar negeri,” Amin Profesor tersebut mengatakan dalam webinar langsung bahwa vaksin Covid-19 buatan Indonesia berasal dari Indonesia, Rabu (15/7/2020), di bawah kepemimpinan Eminkman Institute, Profesor Amin sedang berupaya untuk memproduksi Covid-19. Bibit vaksin untuk pengujian Biofarma dan produksi selanjutnya.

Profesor A Ming mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk menemukan vaksin covid-19, dan bagian awal atau bagian dari vaksin tersebut masih diperkuat. dasar.

Salah satu langkah sukses Ekman. Sekitar 1,5 bulan lalu, peneliti Ek akhirnya berhasil menemukan cara untuk memblokir protein lonjakan di bagian koroner virus covid-19. Perannya adalah menyebarkan virus ke sel manusia. Ini dan prosesnya tidak mudah. Akhirnya, peneliti muda kami berhasil tidak memperkuat bagian-bagian penting lebih awal, dan sekarang proses tersebut telah dikloning menjadi sel mamalia. Kata Profesor Amin.

Dari segi persentase, saat ini penemuan vaksin Covid-19 di Ekman sudah mencapai 30%. Masih dalam tahap awal, namun jika tahap awal sudah solid maka proses ke depan akan sangat lama. Cepat.

“Persentase sekitar 20% sampai 30% membentuk dasar. Uji pada hewan kecil dan besar, “Profesor Amin menyimpulkan.

Leave A Comment