Tanda-tanda penyakit jantung yang mendesak selama pandemi mengharuskan segera ke rumah sakit

2020-12-24

Reporter Jakarta Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy lapor

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi virus corona (Covid-19), pasien dengan penyakit jantung terkendali disarankan untuk tidak pergi ke rumah sakit untuk mencegah Covid-19 terlebih dahulu– –Namun, meski dalam tim gawat darurat, jika kondisi fisik Anda buruk, Anda harus segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan.

dr. Evi Febrian, SpJP menjelaskan bahwa keadaan darurat sangat berat bila sesak nafas.

Baca: Gejalanya Mirip, Beda dengan Sesak Nafas Akibat Covid-19 dan Serangan Jantung.

“Jika tidak memperhatikan detil pernafasan dalam, pasien tidak akan bisa tertidur. Dr. Evi mengatakan dalam webinar, Kamis (28/5/2020):“ Kemudian, pasien juga menunjukkan gejala batuk parah, mengakibatkan dahak. banyak. “Itu adalah nyeri dada di sisi kiri. Rasanya seperti beban berat dipukul dengan keras, lalu menjalar ke tangan kanan dan punggung.

” Dari nyeri dada kiri ke lengan kiri hingga ke belakang leher dan keringat dingin, ini akut. Untuk tanda-tanda serangan jantung, pasien harus ke rumah sakit untuk berobat, ”ujar dr Evi .

Saat terkena serangan jantung, Evi mengenang bahwa momen` `emas ” itu dalam dua jam pertama. Sehingga pasien bisa terselamatkan. Cukup pulang saja agar pasien bisa segera dirawat.

“Langsung ke rumah sakit terdekat untuk penanganan darurat,” kata dokter tersebut. Evi.

Leave A Comment